Romahurmuziy
Muhammad Romahurmuziy. (foto: Kompas)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy (Rommy) meminta semua pihak menjaga nama baik ulama dan berhati-hati dalam mengeluarkan penyataan.

Menurut Rommy, panasnya suasana jelang politik membuat beberapa orang dinilai kurang menghargai ulama. Salah satunya terkait kejadian salah ucap KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang terus menerus dipolitisir.

“Ini belum berkuasa saja, adab mereka kepada ulama sepuh yang paling dihormati aja seperti itu, entah bagaimana kalau mendapat kekuasaan,” ujar Rommy dalam keterangannya, Sabtu, 9 Februari 2019.

Lebih lanjut Rommy mengkritik Fadli Zon yang membuat puisi atas kejadian tersebut. Tak heran jika kemudian para santri bereaksi atas apa yang dilakukan Fadli Zon. Dirinya menyebut banyak santri meminta Waketum Partai Gerindra itu tidak menghina dan melecehkan ulama.

“Bukan kali ini saja mereka menghina ulama. Saat ada ijtima ulama memberikan opsi untuk memilih Cawapres dari kalangan ulama, mereka tidak mengindahkan,” kata Rommy.

Sebelumnya, pendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin meminta Fadli Zon meminta maaf kepada Mbah Moen terkait puisi ‘Doa yang Ditukar’. Mereka bahkan berniat menempuh jalur hukum jika permintaan maaf tak dilakukan.

“Sebagai santri, kami akan menerima permintaan maaf Fadli Zon jika dilakukan secara ikhlas, tertulis, dan terbuka. Jika tidak, kami akan menempuh jalur hukum,” ujar Ketum Relawan Millenial Jokowi-Ma’ruf Amin (Remaja), Misbahul Ulum.

Misbahul Ulum menyayangkan puisi Fadli Zon yang dianggap berisi penghinaan. Menurutnya, hal itu tidak pantas dilakukan seorang anggota Dewan.

“Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon harusnya sadar bahwa ia mewakili wajah rakyat Indonesia. Tidak layak bagi seorang pejabat publik menghina. Apalagi jika ditujukan kepada ulama sepuh yang dihormati semua kalangan seperti Mbah Moen,” pungkas Misbahul Ulum. (ilfan/det)