Erick-Thohir
Erick Thohir. (foto: detik/Grandyos Zafna)

harianpijar.com, JAKARTA – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) akhir-akhir ini cenderung berbicara lebih keras atas tudingan lawan politiknya. Terkait hal itu, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir menyebut sang capres tidak asal menyerang.

Menurut Erick Thohir, serangan yang dilakukan Jokowi berdasarkan fakta dan data serta dilakukan berdasarkan perhitungan yang cermat. Dirinya juga meluruskan anggapan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bahwa Jokowi panik karena elektabilitasnya mulai tersusul.

“Kita harus lihat track record. Kita harus berkaca pada lembaga survei yang asosiasinya masuk ke KPU. Jadi lembaga survei yang diakui KPU itu memberi data kedua paslon itu bedanya masih 20 persen,” ujar Erick Thohir melalui pernyataan tertulis, Rabu, 6 Februari 2019.

Erick Thohir mengatakan, merujuk salah satu hasil survei pasca debat pertama lalu, debat tak mempengaruhi pemilih militan yang sudah ada. Data pemilih Jokowi dari 4 bulan lalu hingga usai debat pertama berada di angka 54 persen.

Begitu juga dengan pemilih Prabowo-Sandi yang berada di angka 31 persen. Sisanya menyatakan takkan mengubah lagi pilihannya.

“Intinya kalau dikatakan Jokowi panik karena survei, jawabannya tidak,” tegasnya.

Erick Thohir tak menampik Jokowi sudah saatnya bergerak ofensif. Dirinya menilai strategi itu perlu dilakukan karena sering dilaporkan ke Bawaslu tanpa data akurat dari pihak lawan.

“Jadi saya katakan, sudah selayaknya tim hukum kita ofensif melaporkan dengan fakta dan data,” ungkapnya.

Selain ofensif, Erick Thohir juga beranggapan pihaknya perlu lebih gencar mensosialisasikan capaian-capaian kerja pemerintahan Jokowi. Sebut saja pembangunan infrastruktur hingga sumber daya manusia.

“Intinya menjelaskan ada manfaat jangka pendek dan ada jangka panjang. Sama seperti menanam pohon buah, kan tak ujug-ujug langsung berbuah. Ini yang bagaimana undecided voters perlu dijelaskan. Lalu selanjutnya bagaimana Pak Jokowi akan kembangkan sumber daya manusia kita,” pungkasnya. (ilfan/mer)