Mohamad-Guntur-Romli
Mohamad Guntur Romli.

harianpijar.com, JAKARTA – Pegiat media sosial Buni Yani bermubahalah dan mengaku tidak mengedit video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu.

Menanggapi hal itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai dengan divonis bersalah dan ditahan, menunjukkan bahwa Buni Yani kalah dalam mubahalah.

“Buni Yani berkali-kali mubahalah sejak awal kasus ini, dengan dia masuk penjara sebenarnya dia sudah kalah dalam mubahalah, karena mubahalah berlaku efektif di dunia juga, tidak harus nunggu di akhirat,” kata Jubir PSI Guntur Romli dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Februari 2019.

Menurut Guntur Romli, mubahalah dilakukan untuk membuktikan mana yang benar dan yang salah dengan campur tangan Tuhan. Namun faktanya, putusan bersalah yang dijatuhkan terhadap Buni Yani konsisten dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, hingga Mahkamah Agung.

“Jadi sudah terbukti mubahalah Buni Yani kalah,” sebutnya.

Lebih lanjut Guntur Romli lantas meminta Buni Yani untuk menjalani hukuman penjaranya tanpa kegaduhan. Mengingat eksekusi terhadap Buni Yani sudah cukup lama ditunda.

“Kalau mau dibandingkan dengan kasus Ahok, Buni Yani harusnya ditahan sejak vonis pertama, November 2017, bahkan kasasi dia sudah ditolak November 2018, dia sudah keenakan ditunda terus, bukannya bersyukur malah nantang-nantang lagi mubahalah yang terbukti dia sudah kalah,” ujar Guntur Romli.

Sebagaimana diketahui, video Buni Yani bermubahalah beredar. Dalam video tersebut, Buni Yani menegaskan dirinya tidak bersalah.

Buni Yani menambahkan, jika berbohong, maka dirinya minta azab segera turun. Lalu dilaknat oleh Allah, dimasukkan ke dalam neraka selamanya.

Saat dimintai konfirmasi terkait video ini, kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan video itu sudah diambil sejak lama. Ini sekaligus menjawab anggapan sebagaian orang yang menduga video itu diambil setelah proses eksekusi.

“Tetapi bila saya benar maka biarlah azab yang sama menimpa seluruh orang yang menuduh saya, termasuk buzzer, polisi, jaksa dan hakim. Mohon video ini disebarkan oleh seluruh jemaah. Biar langsung efeknya mengena,” ujar Buni Yani. (nuch/det)