slamet-maarif
Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma'arif.

harianpijar.com, SOLO – Berkas kasus dugaan pelanggaran kampanye yang diduga dilakukan Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma’arif dilimpahkan ke pihak kepolisian oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta.

“Kami meneruskan ke penyidik terkait hasil pembahasan kedua Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” kata Komisioner Bidang Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Surakarta Poppy Kusuma saat dikonfirmasi, di Solo, Jumat, 1 Februari 2019.

Menurut Poppy Kusuma, pelimpahan berkas tersebut ke polisi lantaran ditemukan adanya unsur dugaan tindak pidana yang dilakukan Slamet Ma’arif terkait acara tabligh akbar yang digelar tanggal 13 Januari 2019 lalu. Selain itu, terkait adanya pelaporan tersebut, Bawaslu sebelumnya juga telah memeriksa Slamet Ma’arif sebagai terlapor pada Selasa, 22 Januari 2019.

“Sudah terpenuhi unsur-unsurnya sehingga kami teruskan ke kepolisian. Dalam hal ini, posisi Bawaslu sebagai pelapor, dan kami meneruskan hasil kajian,” ujar Poppy Kusuma.

Lebih lanjut, ditegaskan Poppy Kusuma, terkait dengan pelimpahan berkas tesebut, ada 13 poin yang disertakan sebagai bukti. Selain itu, pihaknya akan menghadirkan 10 saksi ahli untuk melengkapi laporan tersebut.

“Ini sudah diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 31 Tahun 2019,” tegas Poppy Kusuma.

Sementara, menurut Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli, pihaknya telah menerima berkas laporan kasus pelanggaran kampenye yang dilakukan Jubir FPI sekaligus Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif dari Bawaslu.

“Kami akan memeriksa kelengkapan formulir dari laporan tersebut,” kata Kompol Fadli.

Lebih lanjut, Kompol Fadli, pihaknya juga siap menindaklanjuti laporan tersebut dan akan melakukan proses hukum secara profesional.

“Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, baik dari pelapor, terlapor, maupun saksi-saksi yang saat kejadian berada di lapangan,” tandas Kompol Fadli. [elz/sua]