Haris-Azhar
Haris Azhar. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengacara Rocky Gerung, Haris Azhar merasa aneh dengan pemanggilan kliennya terkait pernyataan ‘kitab suci fiksi’. Pasalnya, laporan dilakukan tahun lalu namun proses klarifikasi baru dilakukan menjelang Pemilu 2019.

“Iya sih, cukup aneh. Jadi ya tidak tahu nih ada apa. Kok mau dekat-dekat Pemilu baru diperiksa,” ujar Haris Azhar di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 1 Februari 2019.

Namun, dikatakan Haris Azhar, Rocky Gerung enggan memikirkan hal itu. Dirinya menyebut klarifikasi adalah proses penyidik mencari tahu apakah ada tindak pidana atau tidak dalam pernyataan Rocky Gerung.

“Kita santai-santai saja kok. Kan ini klarifikasi diawali dengan penjelasan pihak pemeriksa dalam hal ini polisi katanya klarifikasi masih penyelidikan. Artinya kalau penyelidikan masih mencoba mencari tahu apakah ada peristiwa atau apakah peristiwa yang dilaporkan itu sebagai sebuah peristiwa yang memiliki kandungan pelanggaran hukum,” kata Haris Azhar.

Sebagaimana diketahui, Rocky Gerung ditemani kuasa hukumnya, Haris Azhar, memenuhi panggilan polisi terkait kasus ‘kitab suci fiksi’ hari ini. Dirinya tiba di gedung Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta, sekira pukul 15.53 WIB.

“Nanti aja ya saya kasih tahu,” ujar Rocky Gerung singkat kepada para awak media.

Sebelumnya, Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian melaporkan Rocky Gerung terkait ucapannya bahwa ‘kitab suci itu fiksi’ dalam program ‘Indonesia Lawyers Club’ (ILC) yang ditayangkan di tvOne.

Jack Boyd Lapian melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri, namun kemudian dilimpahkan ke Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Laporan Jack Boyd Lapian diterima dengan tanda bukti laporan bernomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018.

Rocky Gerung disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama. Jack Boyd Lapian sendiri juga sudah diperiksa sebagai saksi pelapor terkait kasus tersebut. (ilfan/mer)