Mahfud-MD-2
Mahfud MD. (foto: Antara Foto/Sigid Kurniawan)

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD berbicara soal kasus ‘kitab suci fiksi’ Rocky Gerung. Mahfud MD menilai Rocky Gerung menyampaikan pikiran dan perspektif secara ilmiah.

“Saya belum tahu apa yang mau dituduhkan ke Rocky Gerung ya, itu kan orang punya pikiran dan perspektif sendiri secara ilmiah, lalu dipanggil karena penodaan ya agama, saya tidak menemukan (pelanggaran) ya, tapi polisi mungkin punya dalilnya, dan kita tunggu pengumumannya,” ujar Mahfud MD saat ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Februari 2019.

Menurut Mahfud MD kasus Rocky Gerung ini mungkin hanya akan mengendap hingga akhir Pemilu 2019. Selanjutnya, kasus ini akan hilang.

“Kalau saya tidak paham, dan mungkin ini akan mengendap sampai akhir pemilu, dan lalu akan hilang seperti lain-lain,” kata Mahfud MD.

Sebagaimana diketahui, Rocky Gerung ditemani kuasa hukumnya, Haris Azhar, memenuhi panggilan polisi terkait kasus ‘kitab suci fiksi’ hari ini. Dirinya tiba di gedung Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta, sekira pukul 15.53 WIB.

“Nanti aja ya saya kasih tahu,” ujar Rocky Gerung singkat kepada para awak media.

Sebelumnya, Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian melaporkan Rocky Gerung terkait ucapannya bahwa ‘kitab suci itu fiksi’ dalam program ‘Indonesia Lawyers Club’ (ILC) yang ditayangkan di tvOne.

Jack Boyd Lapian melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri, namun kemudian dilimpahkan ke Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Laporan Jack Boyd Lapian diterima dengan tanda bukti laporan bernomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018.

Rocky Gerung disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama. Jack Boyd Lapian sendiri juga sudah diperiksa sebagai saksi pelapor terkait kasus tersebut. (nuch/det)