Buni-Yani-dan-Aldwin-Rahadian
Buni Yani dan Aldwin Rahadian (kanan). (foto: NET)

harianpijar.com, JAKARTA – Pegiat media sosial Buni Yani siap menghadapi eksekusi atas putusan kasasi dalam perkara yang menjeratnya. Dirinya meminta ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Kalau nanti dieksekusi untuk masuk, akan minta juga ke Rutan Mako Brimob biar sama dengan Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama-red),” ujar Buni Yani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 1 Februari 2019.

Buni Yani mengatakan, alasannya agar sama dengan tempat Ahok ditahan. Ahok ditahan di Rutan Mako Brimob atas kasus penistaan agama. Kasus Ahok itu disebut berkaitan dengan unggahan video yang diedit Buni Yani.

“Karena dari dulu kan katanya terkait dengan Pak Ahok. Ya, sudah kita minta sama dengan Ahok,” kata Buni Yani.

Sebagaimana diketahui, Buni Yani dinyatakan bersalah melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Saat itu, dirinya divonis 18 bulan penjara.

Kemudian, Buni Yani melanjutkan perkaranya ke tingkat pengadilan tinggi tetapi kandas. Hingga selanjutnya jaksa dan Buni Yani sama-sama mengajukan kasasi. Namun MA menolak kasasi dari kedua belah pihak tersebut.

Saat ini Buni Yani tengah menuju Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok setelah bertemu Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Dirinya mengaku siap untuk dieksekusi. (nuch/det)