Zainul-Majdi.
TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). (foto: detik/Muhammad Ridho)

harianpijar.com, JAKARTA – Korbid Keummatan DPP Partai Golkar TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) berbicara mengenai polarisasi masyarakat menjelang Pilpres 2019. Dirinya mengingatkan ada kepentingan yang lebih besar dari sekadar pesta demokrasi tersebut.

“Di tengah situasi politik sekarang, ada polarisasi dan mungkin sampai 17 April tetap makin hangat. Tetap saja kita perlu ingat bahwa ada kepentingan jauh lebih besar dari 17 April, yakni menjaga keutuhan dan kebersamaan,” ujar TGB di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.

Untuk itu, dikatakan TGB, pemahaman tentang agama yang moderat harus terus digencarkan. Dirinya menyebut sebagai Ketua Alumni Al Azhar Indonesia, dirinya dan rekan alumni terus menyuarakan hal tersebut.

“Kebetulan saya Ketua Alumni Al Azhar Indonesia menyampaikan bahwa ada potensi 30 ribu alumni Al Azhar yang terus terjun ke masyarakat dan mengajak berpikir jangka panjang. Kita tidak boleh mengorbankan segalanya untuk 17 April,” ungkapnya.

Terlepas dari hal itu, TGB memastikan dirinya dan timses Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin bekerja keras untuk kemenangan pasangan nomor urut 01. Menurutnya, masih diperlukan komunikasi intensif dengan masyarakat terkait sosok Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Saya pikir kalau popularitas sudah luar biasa. Cuma ada beberapa hal yang perlu dijelaskan, cuma distorsi di bawah itu luar biasa. Ada persepsi Jokowi itu anti umat, ada persepsi pilpres ini seperti hak dan batil. Itu yang coba kami luruskan. Kalau bicara soal umat, coba teropong kebijakan Pak Jokowi. Faktanya ada dana desa ratusan triliun untuk kepentingan umat, kemudian ada pemberdayaan pemberdayaan yang dilakukan,” pungkas TGB. (nuch/det)