Ratna-Sarumpaet
Ratna Sarumpaet. (foto: ANTARA/Reno Esnir)

harianpijar.com, JAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menurut rencana hari ini akan menyerahkan tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet dan barang bukti ke kejaksaan.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, berkas perkara kasus penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet telah dinyatakan lengkap atau P21. Karena itu, polisi akan menyerahkan tersangka Ratna Sarumpaet ke pihak kejaksaan, pada Kamis, 31 Januari 2019 hari ini.

Selain itu, menurutnya, penyerahan Ratna Sarumpaet ke kejaksaan merupakan proses hukum selanjutnya agar bisa segera disidangkan di pengadilan.

“Akan kita lakukan pengiriman tersangka dan barang bukti ke kejaksaan,” kata Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis, 31 Januari 2019.

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Argo Yuwono, selain tersangka polisi juga akan menyerahkan barang bukti dalam kasus ini kepada pihak kejaksaan. Bahkan, menurutnya, setelah diserahkan ke kejaksaan, Ratna Sarumpaet bukan menjadi tanggung jawab pihak kepolisian lagi.

Selanjutnya, dikatakan Kombes Argo Yuwono, proses penyerahan Ratna Sarumpaet ke kejaksaan rencananya dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB pagi ini. Setelah diserahkan nantinya, maka pihak kejaksaan yang berwenang di mana Ratna Sarumpaet akan ditahan.

“Kita belum tahu oleh penuntut umum nanti ditahan di mana dari pada ibu Ratna Sarumpet,” tegas Kombes Argo Yuwono.

Sementara diketahui, aktivis HAM Ratna Sarumpaet ditahan setelah resmi menyandang status tersangka. Selain itu, Ratna Sarumpaet ditangkap polisi pada Kamis, 4 Oktober 2018 malam di Bandara Soekarno Hatta saat hendak bertolak ke Santiago, Cile.

Diketahui, Ratna Sarumpaet ditangkap atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks terkait penganiayaan terhadapnya.

Atas perbuatannya, aktivis kemanusiaan itu disangkakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE. Atas kasus tersebut, Ratna Sarumpaet terancam 10 tahun penjara. [hlw/sua]