Dahnil-Azhar-Simanjutak
Dahnil Azhar Simanjutak. (foto: Liputan6/Muhamad Ridlo)

harianpijar.com, JAKARTA – Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak berbicara soal pandangan sang capres tentang jaksa agung.

Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo Subianto tak akan pernah mengangkat jaksa agung yang berlatarbelakang kader parpol.

“Prabowo dan Bang Sandi berulang kali menyatakan bahwasanya penegak hukum itu adalah bagian penting dari pemberantasan korupsi. Kalau penegak hukumnya bermasalah jangan harap bisa melakukan pendidikan korupsi atau pencegahan korupsi. Polisi, Jaksa termasuk KPK harus diperkuat, jadi perhatian khusus,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2019.

“Nah kalau terkait dengan ini bahwasanya Prabowo tidak akan pernah melakukan mengangkat Jaksa Agung yang berasal dari partai politik tertentu,” tambahnya.

Terkait pemberantasan korupsi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan tim Prabowo-Sandi telah merumuskan sejumlah program. Di antaranya adalah menjadikan gerakan antikorupsi sebagai gerakan budaya.

“Memastikan antikorupsi itu menjadi membudaya. Jadi kalau Anda baca di visi-misi itu kami menggunakan istilah pemberantasan korupsi itu harus menjadi gerakan,” terangnya.

Selain itu, Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan Prabowo-Sandi tidak akan tersandera konflik kepentingan jika menang di Pilpres 2019. Menurutnya, Prabowo Subianto akan menjadi pemimpin yang berintegritas.

“Ketika beliau berdua menjadi presiden dan wakil presiden itu tidak tersandera oleh conflict of interest. Kepentingan rente dari kelompok-kelompok tertentu termasuk misalnya bandit impor, mafia impor,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak. (ilfan/det)