Grace-Natalie
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. (foto: dok. Suara)

harianpijar.com, BANDUNG – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie meminta pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tidak membuat kegaduhan. Karena, kegaduhan ini timbul atas adanya kebohongan yang kerap dilontarkan pasangan tersebut.

Menurut Grace Natalie, dirinya menilai baik Prabowo Subianto maupun Sandiaga Uno sering melontarkan isu-isu negatif dengan maksud menjatuhkan calon presiden Joko Widodo. Tetapi, isu-isu itu hanyalah kebohongan belaka.

Selain itu, partainya menyayangkan ucapan-ucapan ini tidak keluar dari akun media sosial abal-abal atau yang tidak jelas siapa orangnya. Ucapan-ucapan itu keluar dari mulut politisi yang seharusnya terhormat.

“Karena seharusnya beliau menyandang posisi calon presiden  atau calon wakil presiden. Buat kami ini kemunduran untuk proses demokrasi,” kata Grace Natalie saat menggelar rapat PSI di Trans Luxury Hotel Bandung, Kota Bandung, Jumat, 11 Januari 2019 malam.

Lebih lanjut, ditegas Grace Natalie, dirinya menilai seharusnya capres menunjukkan persaingan yang sehat lewat adu gagasan dan program. Bukan dengan mengumbar data-data bohong yang tidak sesuai fakta. Karena, hal ini mencederai proses demokrasi karena masyarakat menjadi dirugikan.

Kemudian, menurutnya kebohongan Prabowo Subianto tidak hanya sekali dua kali dilakukan. Dirinya mencatat banyak kebohongan yang dilakukannya selama berkampanye di depan masyarakat.

Di antaranya tuduhan selama lima tahun terakhir, kurang-lebih 50 persen rakyat Indonesia tambah miskin. Padahal, faktanya berdasarkan data BPS menunjukkan bahwa jumlah orang miskin pada Maret 2018 adalah 25,95 juta jiwa, atau 9,82 persen. Data ini justru menunjukkan jumlah terendah selama Indonesia merdeka.

“Pada Oktober 2018, Prabowo tiga kali berbohong ketika mengatakan 99 persen rakyat Indonesia hidup pas-pasan, bahkan sangat sulit. Padahal faktanya limapuluh dua juta orang atau dua puluh dua persen penduduk Indonesia masuk golongan kelas menengah. Klaim Prabowo tersebut bahkan sudah dibantah oleh Bank Dunia sendiri,” tegas Grace Natalie.

Selanjutnya, Grace Natalie juga mejelaskan, Prabowo Subianto juga melontarkan tuduhan palsu ketika menyebut bahwa Indeks ketimpangan ekonomi Indonesia 0,454. Padahal faktanya, per Maret 2018 gini ratio Indonesia berada pada angka 0,389.

“Akhir 2018, Calon Presiden 02 membuat gaduh ketika melemparkan tuduhan beracun bahwa selang cuci darah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dipakai hingga 40 kali. Tuduhan kosong, karena lagi-lagi tidak bisa dibuktikan,” jelas Grace Natalie.

Sementara, juga dikatakan Grace Natalie, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno juga tak ketinggalan mengumbar kebohongan. Menurut Sandiaga Uno pemerintah seharusnya tidak berhutang untuk membangun infrastruktur.

Selain itu, Sandiaga Uno juga mengklaim perusahaannya tidak berhutang samasekali ketika membangun Tol Cipali. Padahal, perusahaan Sandiaga Uno berutang pada konsorsium bank.

“Saya heran, bagaimana tokoh politik dengan enteng menyebar kebohongan berkali-kali, dan samasekali tidak menyesal,” ucap Grace Natalie.

Kemudian, Grace Natalie jug amengatakan, dirinya juga meminta cara-cara kebohongan tersebut tak lagi dilakukan oleh Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Karena, Pemilu 2019 harus dijalankan dengan penuh kehormatan. Bahkan, menurutnya kegaduhan ini dianggapnya dapat mengancam persatuan bangsa.

“Tolong jangan rusak demokrasi kita dengan ucapan ucapan kebohongan karena tadi ilmu propaganda kalau kebohongan diucapkam berulang ulang terus menerus akan dianggap orang sebagai kebenaran,” tandas Grace Natalie. [elz/rep]