Abdul-Kadir-Karding
Abdul Kadir Karding. (foto: net)

harianpijar.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengatakan sumbangan dana kampanye yang diberikan sejumlah pengusaha tak akan membebani pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin jika terpilih dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, sumbangan dana kampanye yang diberikan pengusaha itu murni karena ingin Jokowi-Ma’ruf Amin menang dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Karena pure (murni) pengen pak Jokowi menang jadi mereka mengeluarkan sumber dana berupa ada dua kan cash (uang tunai) dan bentuk barang,” kata Abdul Kadir Karding saat dikonfirmasi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Lebih lanjut, ditegaskan Abdul Kadir Karding, sumbangan yang diberikan sejumlah pihak itu tak menyalahi aturan, baik itu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum maupun Peraturan KPU Nomor 34 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan KPU Nomor 24 Tahun 2018 tentang Dana Kampanye Pemilihan Umum.

Selain itu, para penyumbang dana kampanye bagi Jokowi-Ma’ruf Amin, baik perseorangan tak melebihi Rp2,5 miliar. Sementara untuk kelompok atau perusahaan tak melebihi Rp25 miliar, sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Nah yang terjadi di kami itu bahwa beberapa komunitas orang-orang yang berkumpul dalam satu komunitas misalnya itu nyumbang. Nah itu di jadikan satu dalam satu orang memang aturannya begitu,” tegas Abdul Kadir Karding yang juga politikus PKB itu.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko, dirinya memastikan bahwa Jokowi tak akan melakukan balas jasa terhadap para pihak yang memberikan sumbangan dana kampanye. Karena, hal tersebut telah terbukti ketika Jokowi terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2014 lalu dan tak memberikan keistimewaan tertentu.

“Pada periode pertama ini, saya pikir situasi itu (sumbangan dana kampanye dari pengusaha) berjalan di 2014. mungkin situasinya hampir sama. tapi kenyataannya, apakah selama empat tahun ini ada balas jasa tentang itu? saya pikir enggak ada,” kata Moeldoko.

Lebih lanjut, Moeldoko menegaskan, jika Jokowi-Ma’ruf Amin terpilih nanti, mereka juga tidak akan memberikan keistimewaan kepada para pihak yang menyumbang dana kampanye.

“Enggak ada toleransi, kemudahan-kemudahan, prioritas-prioritas, enggak ada. Saya pikir itu sebuah pembuktian. Selama empat tahun bisa dilihat, pernah kah beliau memberi toleransi atau prioritas, itu jawabannya seperti itu,” tegas Moeldoko yang juga mantan Panglima TNI itu.

Sedangkan sebelumnya, dalam catatan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPDSK) yang diterima Indonesia Corruption Watch dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tercatat total dana kampanye pasangan Jokowi-Ma’ruf sebesar Rp55,98 miliar.

Kemudian, dari jumlah tersebut sekitar 67 persen totalnya berasal dari sumbangan kelompok yakni Perkumpulan Golfer TBIG dan Perkumpulan Golfer TRG, yang masing-masing menyumbang senilai Rp19,7 miliar dan Rp18,2 miliar. [elz/cnn]