Tjahjo-Kumolo
Tjahjo Kumolo. (foto: dok. Kemendagri)

harianpijar.com, JAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo menilai aksi teror terhadap dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif, tak bisa ditoleransi. Menurutnya, aksi teror itu sudah mencoreng upaya pemerintah memberantas kasus korupsi.

“Kita percaya aparat kepolisian yang sangat profesional, bisa mengungkap secara tuntas siapa pelaku teror tersebut dan apa motifnya, karena ini bagian dari tindakan yang tidak bisa ditoleransi lagi di tengah-tengah upaya pemerintah saat ini concern pada upaya penegakan hukum,” kata Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 Januari 2019.

Tjahjo Kumolo mengatakan, aksi teror merupakan kejahatan luar biasa. Karena itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk aktif melapor jika ada hal-hal yang mencurigakan.

“Penyebaran dan tindakan teror kepada aparat penegak hukum adalah kejahatan luar biasa. Kami imbau dukungan masyarakat untuk aktif berpartisipasi memberikan info-info penting terkait hal tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Tjahjo Kumolo mengatakan, sebagai langkah antisipasi dari aksi teror, dirinya ingin jajaran Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di seluruh Indonesia meningkatkan kewaspadaan masyarakat melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sampai tingkat kelurahan, desa, dusun, dan RT-RW.

“Hidupkan kembali sistem keamanan lingkungan dengan swadaya masyarakat,” ujar Tjahjo Kumolo.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri, peran FKDM untuk meningkatkan keamanan sudah tertuang dalam aturan nomor 12 tahun 2006 tentang kewaspadaan dini masyarakat di daerah.

Dalam aturan tersebut, FKDM dibentuk di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, sampai di tingkat desa-kelurahan.

Pengawasan keamanan hingga RT-RW dilakukan untuk mencegah segala bentuk gangguan dan ancaman. Mulai dari kejahatan pidana hingga bahaya narkoba, serta identifikasi potensi bencana. (nuch/det)