Andi-Arief
Andi Arief. (foto: Net)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat heboh. Dirinya mengaku tengah mempertimbangkan untuk melaporkan akun anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, ke polisi.

Hal itu diungkapkan Andi Arief melalui Twitter-nya pada Rabu, 9 Januari 2019. Hingga Kamis, 10 Januari 2019, tweet Andi Arief tersebut sudah di retweet lebih dari 300 kali.

Andi Arief mengunggah screenshot tweet Gibran Rakabuming Raka di akun @Chilli_Pari. Yang pertama, Gibran Rakabuming Raka me-retweet cuitan airmin @_TNIAU yang membalas cuitan Andi Arief soal dirinya meminta 2 anggota TNI mengecek kabar surat suara tercoblos yang belakangan dinyatakan hoax.

“Mohon bapak @AndiArief__sebutkan siapa kedua anggota TNI tersebut (nama/pangkat/kesatuan). Jika mereka anggota TNI AU, laporkan kepada kami untuk diusut Pomau. Patut diingat bahwa institusi TNI dan khususnya TNI AU berkomitmen untuk menjaga netralitas dalam Pemilu,” demikian tweet TNI AU yang di-retweet Gibran Rakabuming Raka.

Dari screenshot yang diunggah Andi Arief itu, terlihat juga Gibran Rakabuming Raka men-tweet tagar ‘UdahNurhadiAja’. Tagar itu merujuk pada pasangan capres-cawapres fiktif, Nurhadi-Aldo, yang sempat heboh di media sosial.

“Saya lagi menimbang apa perlu melaporkan akun anak Presiden ke Bareskrim,” tulis Andi Arief.

Meski demikian, belum diketahui apakah Andi Arief jadi melaporkan Gibran Rakabuming Raka ke polisi. Sebelumnya Andi Arief sudah melaporkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto; Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin; Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan; Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga; dan Jubir PSI Guntur Romli terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoax melalui media elektronik dan pencemaran nama baik.

Selain itu, Andi Arief juga melaporkan Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi karena menyebut dirinya telah mendesain pilihan kata dalam tweet soal tujuh kontainer surat suara tercoblos agar tak dituduh menyebarkan hoax. Andi Arief juga melaporkan PSI terkait Kebohongan Award. (nuch/det)