Andi-Arief
Andi Arief.

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Idil Akbar menilai sikap Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang bermusuhan terbuka dengan sejumlah pihak termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), kontraproduktif bagi Partai Demokrat maupun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketua umum sekaligus ikon partai itu. Karena itu, dirinya juga menilai perilaku Andi Arief bisa menjadi bumerang bagi partainya.

“Sikap dan pernyataannya cenderung berpretensi mendelegitimasi KPU untuk dinilai sebagai lembaga partisan dan tidak independen,” kata Idil Akbar dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Idil Akbar, publik belum tentu sependapat dengan Andi Arief. Bahkan, bukan tidak mungkin malah hilang simpati.

“Malah bisa jadi justru akan menjadi bumerang bagi masa depan politik Partai Demokrat,” ucap Idil Akbar.

Lebih lanjut, ditegaskan Idil Akbar, tidaklah bijak jika Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendiamkan hal tersebut.

“Mendiamkan bukanlah satu hal yang bijak. Sebab selama ini kita tahu bahwa SBY dikenal sebagai politisi yang santun dan sangat mengedepankan kesantunan,” tegas Idil Akbar.

Sementara diketahui, permusuhan Andi Arief dengan sejumlah pihak termasuk komisioner KPU berawal dari cuitannya di akun Twitter terkait dengan isu tujuh kontainer yang berisi surat suara yang sudah tercoblos yang kemudian dinyatakan sebagai hoaks oleh KPU.

Bahkan, Andi Arief menolak dituding turut menyebarkan hoaks itu karena dirinya merasa justru memperingatkan KPU untuk mengecek kabar itu agar tidak menjadi fitnah.

Selain itu, Andi Arief juga melaporkan sejumlah pihak ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Sedangkan, dalam cuitannya, Andi Arief juga menyatakan telah melapor ke SBY dan siap diberi sanksi. Namun, menurutnya Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya menanggapi dengan senyum.

“Saya sudah melaporkan soal kriminalisasi pada diri saya ke Pak @SBYudhoyono. Saya bersedia disanksi jika dianggap tidak disiplin. Beliau tersenyum,” tulis Andi Arief dalam cuitannya. [elz/sua]