Ade-Irfan-Pulungan
Ade Irfan Pulungan. (foto: tirto/Lalu Rahadian)

harianpijar.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengatakan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief selalu menghindar ketika ada kasus yang menyeretnya. TKN meminta Andi Arief bertanggung jawab atas postingan yang dibuatnya di media sosial.

“Kalau punya pendapat lain ya sampaikan. Jangan disampaikan di medsos. Karena medsos adalah ruang publik yang semua orang tahu. Tidak boleh,” kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Januari 2019.

“Dia selalu begitu kan. Ketika dikembangkan dalam proses hukum, dia ngeles. Buktikan dong. Kalau misalnya dipanggil ya datang, kalau diperiksa kan belum tentu jadi tersangka. Kenapa harus khawatir?” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ade Irfan Pulungan lantas kembali mengungkit tweet Andi Arief soal mahar untuk PKS dan PAN demi memuluskan Sandiaga Uno sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

“Tentang mahar kardus Rp 500 juta ke PKS dan 500 juta ke PAN yang dia bilang punya data sampai hari ini saja dia tidak bisa buktikan,” ungkapnya.

Selain itu, Ade Irfan Pulungan juga menanggapi soal lima orang anggota TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, termasuk dirinya, yang dilaporkan Andi Arief ke polisi. Laporan Andi Arief itu terdaftar dengan nomor laporan LP/B/0033/I/2019/BARESKRIM tanggal 7 Januari 2019.

“Kami (TKN) menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Kami percaya pihak kepolisian bekerja secara profesional, bekerja secara independen terhadap proses ini,” sebutnya.

Namun, Ade Irfan Pulungan menambahkan, pihaknya akan melakukan langkah hukum apabila nanti keberatan dengan hasil laporan Andi Arief tersebut.

“Kalaupun pun nanti di kemudian hari saya dan teman-teman lainnya merasa keberatan terhadap itu. Kami mencoba untuk memikirkannya lebih lanjut. Apakah tindakan kami melaporkan kembali karena setelah laporan itu,” ujar Ade Irfan Pulungan. (ilfan/det)