karo-penmas-polri-brigjen-dedi
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

harianpijar.com, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengejar pihak yang terlibat secara aktif dalam penyebaran berita hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos. Selain itu, Polri juga telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus tersebut.

“Para pihak yang terlibat secara aktif dalam penyebaran berita hoax tersebut akan dikejar. Kami masih periksa siapa aktor intelektualnya. Kami masih selidiki siapa aktor intelektualnya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Menurut Dedi Prasetyo, keempat tersangka kasus hoax surat suara tercoblos tersebut diantaranya Bagus Bawana Putra (BBP) sebagai pembuat rekaman suara atau voice note yang disebarkan ke WhatsApp grup dan media sosial. Kemudian J, HY, dan LS sebagai penyebar hoax di media sosial.

“Bagus Bawana Putra (BBP) dia creator dan buzzer,” ucap Dedi Prasetyo.

Lebih lanjut, ditegaskan Dedi Prasetyo, belum ada keterkaitan antara pembuat hoax Bagus Bawana Putra (BBP) dengan tiga tersangka lainnya.

“Sementara belum diketemukan keterkaitannya dengan BBP. Mereka dapat konten itu dari medsos mereka dapat langsung memviralkan di medsos, FB dan WAG,” tegas Dedi Prasetyo. [elz/det]