Ali-Mochtar-Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin bersama rombongan saat meninjau pembangunan Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA). (foto: detik/Ristu Hanafi)

harianpijar.com, KULON PROGO – Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) ditargetkan mulai beroperasional pada April 2019. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membantah ada motif politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di balik target tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ali Mochtar Ngabalin di sela dirinya mendampingi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama jajaran Direksi Angkasa Pura I meninjau lokasi proyek Bandara NYIA.

“Bandara Kulon Progo sekali lagi jauh dari kepentingan-kepentingan politik. Kan kalau mau dihitung batas waktu Presiden lima tahun berakhir bulan Oktober, sementara untuk April itu kalau orang kaitkan dengan kepentingan politik, kepentingan capres, tentu tidak memiliki rasionalitas yang pas dan tepat,” ujar Ali Mochtar Ngabalin yang juga merupakan Komisaris PT Angkasa Pura I, Selasa, 8 Januari 2019.

“Saya kira teman-teman di Yogya pasti tahu bagaimana cara Pak Jokowi memimpin pada waktu (wali kota) di Solo dan (gubernur) DKI Jakarta. Sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, saya harus memberikan tanggapan bahwa pembangunan New Yogyakarta International Airport sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepentingan politik praktis,” tambahnya.

Jokowi, dikatakan Ali Mochtar Ngabalin, menaruh perhatian besar terhadap proyek NYIA. Menurutnya, pembangunan bandara ini menjadi sejarah tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia.

“Airport dibangun di atas lahan 587 hektare dalam target 8 bulan dengan tenaga kerja luar biasa. Ini memang sebuah pertaruhan tapi anak-anak negeri bisa lakukan, PP (PT PP Persero, kontraktor) bisa lakukan dan Angkasa Pura I bisa mendelegasikan dengan baik, dan bisa nyata menjadi bukti, tadi cek lapangan bersama Ngarsa Dalem (Sultan HB X),” terangnya.

Saat ditanya apakah setelah dirinya diangkat sebagai tenaga ahli KSP kemudian masuk ke jajaran Komisaris PT Angkasa Pura I diberi tugas untuk mengawal proyek NYIA, Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan bahwa tugas komisaris adalah memberi nasihat dan arahan untuk mengawal pembangunan NYIA.

“Saya sudah agak lama (sebelum masuk KSP) diproses untuk masuk ke sini (Angkasa Pura). Tugas komisaris adalah beri nasihat dan arahan bersama jajaran direksi untuk mengawal jalannya pembangunan NYIA. Kalau terlalu cepat agak rem, kalau terlalu lambat kita dorong sepanjang semua pekerjaan untuk kepentingan bangsa dilakukan profesional dan sesuai regulasi,” kata Ali Mochtar Ngabalin. (nuch/det)