Maruf-Amin
. (foto: detik/Kanavino Ahmad Rizqo)

harianpijar.com, JAKARTA – Cawapres nomor urut 02 KH Ma’ruf Amin mengungkapkan dirinya kerap dibully oleh sejumlah pihak setelah menjadi pasangan capres Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Bahkan, menurutnya, ada yang membolak-balikkan istilah antara ulama pilihan presiden dengan presiden pilihan ulama.

“Saya ikut berbahagia dan saya terimakasih karena PPP mendukung pencalonan Pak Jokowi sebagai presiden dan saya sebagai calon wakil presiden. Walaupun banyak dibully di mana-mana, salah satunya tadi pilihan ulama, pilihan pemerintah,” ujar Ma’ruf Amin dalam sambutannya di acara Harlah ke-46 PPP di kantor PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 6 Januari 2019.

Ma’ruf Amin mengatakan, sekelompok orang yang membully pencalonan dirinya itu sampai menggunakan dalil agama. Dirinya juga dianggap seolah-olah bukan ulama lagi setelah menjadi cawapres Jokowi.

“(Arti dalil yang dibacakan Ma’ruf Amin) Ulama itu kepercayaan para Rosul, sepanjang dia tidak berkolaborasi dengan sultan, dengan pemerintah. Jadi dianggapnya saya dianggap tidak ulama lagi tidak ulamaurrusul,” terangnya.

Ma’ruf Amin menilai dalil itu sebenarnya berlaku kepada pemimpin-pemimpin yang zahil dan tidak adil. Namun, dirinya menyebut Jokowi merupakan seorang yang saleh dan baik.

“Itu tentu sultan yang jahil, sultan yang zalim kalau sultan yang adil. Kata Rosululloh. Al sultonu zilluloh fil ardhi. Pemerintah itu sultan itu bayangan Allah di bumi karena dia akan melaksanakan tugas-tugas Allah membangun kemaslahatan, kemanfaaatan dan menghilangkan kemuzaratan dari berbagai macam bahaya,” jelasnya.

Lebih lanjut Ma’ruf Amin pun berbicara soal dua kelompok masyarakat yang akan menentukan baik dan buruknya suatu masyarakat. Menurutnya, dua kelompok itu merupakan ulama dan umaro.

“Ada 2 kelompok masyarakat yang kalau dia baik, manusia baik. Kalau dia buruk maka manusia juga akan buruk, akan rusak. Kalau 2 kelompok ini rusak, manusia juga akan rusak. Siapa dia? Al Ulama dan Umaro. Ulama dan Umaro. Jadi sebenarnya, tetapi sengaja karena dianggapnya Pak Jokowi itu tidak saleh, tidak baik. Ini menurut mereka,” kata Ma’ruf Amin. (nuch/det)