ahok
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi menilai pengakuan calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin yang mengatakan dirinya terpaksa menjadi saksi memberatkan bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penodaan agama, tidak akan mampu menarik suara dari Ahoker.

Menurut Bin Firman Tresnadi, pengakuan tersebut tidak akan berdampak besar karena penyesalanpun tidak ada guna. Bahkan, tidak bisa merehabilitasi nama baik mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang sudah terlanjur dicap sebagai penista agama. Karena itu, menurutnya untuk merebut hati pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak akan berhasil.

“Hal tersebut tidak akan berdampak besar karena penyesalanpun tidak ada guna. Tak bisa merehabilitasi nama baik Ahok yang sudah terlanjur dicap sebagai penista agama,” kata Bin Firman Tresnadi saat dikonfirmasi, Sabtu, 5 Januari 2019.

Lebih lanjut, Bin Firman Tresnadi menegaskan, pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahoker) juga tentu sudah sadar bahwa penyesalan tersebut bukan dikarenakan kesadaran Ma’ruf Amin bahwa Ahok tidak menistakan agama.

“Tapi semata-mata hanya menarik dukungan politik. Bisa dilihat dari penyesalan Ma’ruf Amin tersebut yang menekankan penyesalan karena membuat mantan Bupati Belitung Timur itu dipenjara, bukan atas kasus yang menimpa Ahok,” tegas Bin Firman Tresnadi.

Sementara sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan calon wakil presiden nomor urut 01 itu mengaku menyesal sudah menjadi saksi memberatkan bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang didakwa melanggar pasal penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tahun 2017 lalu.

“Iya tentu saja, cuma karena terpaksa saja kan. Iya tentu saja siapa yang ingin memenjarakan orang. Kan enggak mau. Tapi karena terpaksa situasi pada waktu itu adalah penegakan hukum ya apa boleh buat,” kata KH Ma’ruf Amin saat menjawab pertanyaan wartawan tentang menyesal atau tidak pernah menjadi saksi memberatkan bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). [elz/rmo]