Dahnil-Anzar-Simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak. (foto: instagram/dahnil_anzar_simanjuntak/)

harianpijar.com, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta polisi untuk mencari perekam yang menyebarkan kabar bohong atau hoax terkait 7 kontainer yang berisi surat suara tercoblos.

Pasalnya, menurut Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, pihaknya merasa dirugikan oleh adanya rekaman suara tersebut.

“Kami sangat dirugikan oleh siapa pun terkait dengan rekaman itu. Jadi kita nggak tahu siapa yang buat itu. Kuncinya satu, silakan polisi dicari siapa perekam itu. Jangan sampai ini sama dengan kasus-kasus lainnya yang kemudian tertuduh ke kami, kemudian nggak terungkap sama sekali,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 3 Januari 2019.

Dalam rekaman suara yang tersebar di grup WhatsApp itu, nama Partai Gerindra dan Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, ikut dibawa-bawa. Dahnil Anzar Simanjuntak menilai rekaman suara tersebut bisa dibuat oleh siapa saja.

“Pertama, siapa pun bisa membuat (rekaman) itu. Para pihak mana pun bisa membuat itu, kemudian mereka bisa menuduh siapa pun. Kemudian kedua misalkan, pertanyaan Anda kan misalnya ada Andi Arief, justru yang kami tangkap, yang dilakukan Andi Arief adalah memperingatkan segera dicek, kan begitu ya yang disampaikan dia,” terangnya.

Dahnil Anzar Simanjuntak pun menegaskan bahwa Djoko Santoso tidak ada kaitannya dengan isu surat suara tercoblos seperti yang disebut-sebut dalam rekaman. Untuk itu, dirinya meminta pihak kepolisian bekerja profesional mengusut kasus hoax tersebut.

“Jadi saya pikir polisi harus bekerja profesional, nggak ada hubungannya dengan Pak Djoko,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak. (nuch/det)