Ace-Hasan-Syadzily
Ace Hasan Syadzily. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Manajemen RSCM telah membantah pernyataan capres Prabowo Subianto soal informasi bahwa satu selang cuci darah dipakai oleh 40 orang. Terkait hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin heran dengan Prabowo Subianto yang selalu salah menerima informasi.

“Prabowo salah melulu informasinya. Ini salah satu kebohongan. Dan ini merupakan kesalahan fatal yang selalu disampaikan Prabowo namun tanpa diklarifikasi informasi itu sebelumnya. Prabowo bukan figur yang hati-hati dalam menyampaikan sesuatu. Seharusnya dia cross check dulu kebenaran informasi soal selang cuci darah di RSCM,” ujar Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily saat dihubungi, Rabu, 2 Januari 2018.

Ace Hasan Syadzily lantas mengungkit kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Dirinya menilai Prabowo Subianto seperti tak belajar dari kesalahan. Dirinya bahkan ragu apakah mantan Danjen Kopassus itu layak jadi presiden.

“Kejadian Ratna Sarumpaet kembali terulang untuk kasus selang cuci darah. Dia hanya menerima informasi dari orang tanpa dilakukan tabayyun, klarifikasi kebenarannya. Apakah pemimpin seperti itu yang pantas dipilih?” ungkapnya.

Selanjutnya, Ace Hasan Syadzily menyarankan Prabowo Subianto agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Dirinya meminta Prabowo Subianto terlebih dahulu memastikan suatu hal sebelum disampaikan ke publik.

“Ketika Prabowo menerima informasi yang buruk dari kinerja pemerintahan, seharusnya seorang pemimpin, dia harus memastikan kebenaran informasi itu. Jangan gembira dulu apabila mendapatkan informasi itu. Check dan re-check,” pungkas Ace Hasan Syadzily.

Sebelumnya, soal selang cuci darah di RSCM itu disampaikan Prabowo Subianto dalam pidato akhir tahun yang digelar di kediamannya di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 30 Desember 2018.

Awalnya, Prabowo Subianto berbicara soal kondisi keuangan negara hingga persoalan di bidang kesehatan. Dirinya menilai pengelolaan uang yang gagal menyebabkan masalah di pelayanan RS. Contohnya, dirinya mengaku mendapat laporan selang cuci darah di RSCM bisa dipakai hingga 40 kali.

RSCM sendiri telah membantah hal itu. Mereka menegaskan selang untuk hemodialisis hanya digunakan sekali pakai. (ilfan/det)