Habiburokhman
Habiburokhman. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengatakan pihaknya terpaksa harus beralih ke mode ‘menyerang’ di Pilpres 2019. Menanggapi hal itu, Partai Gerindra mengingatkan agar TKN Jokowi-Ma’ruf Amin tak menyalahgunakan kekuasaan.

“Silakan saja mereka ofensif itu hak mereka. Yang perlu kami ingatkan, karena mereka petahana adalah jangan sampai mereka menyalahgunakan kekuasaan dan menggunakan kekuatan aparat negara untuk melakukan serangan politik,” ujar Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman saat dihubungi, Jumat, 14 Desember 2018.

Habiburokhman berharap jangan sampai ada kriminalisasi atau persekusi terhadap lawan politik. Dirinya mengajak agar praktik-praktik politik di Pemilu 2019 dilakukan dengan cara bermartabat.

“Indonesia negara hukum dan demokrasi, jadi jangan sampai ada kriminalisasi, persekusi, dan intimidasi terhadap lawan politik. Ingat rakyat Indonesia sekarang sudah cerdas. Apa yang kita lakukan akan mereka jadikan acuan untuk menentukan pilihan,” kata Habiburokhman.

“Mari praktikan cara-cara politik yang elegan dan tidak menghalalkan segala cara demi kekuasaan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Erick Thohir menilai selama ini pihaknya lebih sering defensif. Bahkan, menurutnya, selama ini pelaporan terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin tidak benar adanya. Karena itu, mau tidak mau tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin diminta beralih ke mode ‘menyerang’.

“Karena kemarin kita selalu diserang, bahkan ada kampanye PKI segala, ya mau tidak mau kita lebih ofensif sekarang,” ujar Erick Thohir kepada awak media di Hotel Acacia, Salemba, Jakarta Pusat, kemarin. (ilfan/det)