Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno berbicara soal Habib Bahar bin Smith yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis.

Sandiaga Uno meminta Polri profesional menangani kasus tersebut. Dirinya meminta penegak hukum berlaku adil.

“Saya ingin kita semua sama-sama menghormati proses hukum namun tentunya kita menginginkan 130 hari lagi menuju Pilpres ini suasananya sejuk damai dan ukhuwah Islamiyah,” ujar Sandiaga Uno kepada awak media di Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Desember 2018.

“Kita jaga keutuhannya dan kita harapkan prosesnya seadil-adilnya. Hukum jangan tajam ke opisisi tapi tumpul ke penguasa. Tapi ya seadil-adilnya kalau memang ini saya percaya aparatur hukum bisa betul-betul bisa menunjukkan keberpihakannya kepada kebenaran itu yang kita harapkan,” imbuhnya.

Sandiaga Uno menegaskan penegakan hukum harus adil. Dirinya mengaku mendapat keluhan dari sejumlah orang yang khawatir menjadi ‘target’.

“Ulama saya keliling banyak yang khawatir, banyak yang mengeluh, banyak ditarget. Tapi kalau kita sama-sama betul-betul hadirkan keadilan hukum yang jadi panglima bagi terlaksananya pemerintahan dan interaksi dari warga yang insyaallah menjaga ukhuwah kita,” sebutnya.

Terlepas dari hal itu, Sandiaga Uno berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi kondusif.

“Mari kita sama-sama berpikir teduh, sejuk, turunkan tensi politik, kita biarkan proses hukum berlaku dan saya berdoa ini tidak memecah belah bangsa kita,” kata Sandiaga Uno.

Seperti diketahui, penyidik Bareskrim Polri menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dugaan diskriminasi ras dan etnis terkait ceramahnya.

Bahar disangkakan dengan Pasal 4 huruf b angka 2 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. (ilfan/det)