Abdul-Kadir-Karding
Abdul Kadir Karding. (foto: net)

harianpijar.com, JAKARTA – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menawarkan program One Kiai One Centrepreneurship (OK OCE). Sedangkan cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin mengusung program Santri Bagus Pinter Ngaji Usahawan (Gus Iwan).

Terkait hal itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai apa yang dilakukan Sandiaga Uno hanya mewacanakan apa yang tengah populer. Kalau dilaksanakannya, itu belum tentu.

“Kalau saya melihat ini jaring aja program populis diumumkan. Kalau soal dilaksanakan, soal lain. Tetapi, Pak Jokowi sudah bekerja agar para santri ini memiliki keterampilan. Yang kedua, dia memiliki peluang untuk berusaha. Jadi BLK 1.000 yang akan disampaikan oleh yang program tahun ini, dengan nilai nilai 1 BLK 500 juta di pondok-pondok pesantren, itu adalah langkah kongkrit Pak Jokowi untuk memberi ruang kepada santri dilatih seusai bidang tersebut,” ujar Abdul Kadir Karding seusai penutupan Workshop Nasional TKN-TKD Jokowi-Ma’ruf Amin, di Sahid, Jakarta, Sabtu, 8 Desember 2018.

Abdul Kadir Karding mengatakan dengan hadirnya Bank Wakaf Mikro yang jumlahnya puluhan, jelas sudah membantu Kiai dan santri mengakses modal untuk usaha.

“Ini adalah instrumen bagi santri dan Kiai untuk mengakses modal. Yang ketiga kita ada pelatihan bagaimana mendirikan usaha yang baik,” ungkapnya.

Menurut Abdul Kadir Karding, kubu Prabowo-Sandi banyak menjiplak program Nawacita dan diubah namanya.

“Saya melihat program Pak Prabowo itu banyak jiplakan dari Nawacita yang memang mengganti nama. Diubah namanya ada beberapa. Teman-teman di direktorat konten sudah merinci. Karena sebenarnya, tadi contoh yang santri itu,” sebutnya.

Selain itu, Abdul Kadir Karding mengatakan hampir semua program sudah dilakukan dan diterapkan oleh Jokowi.

“Kalau sebenarnya mau program hampir semua dilakukan Pak Jokowi. Tinggal ditingkatkan atau tidak. Saya mau tanya mana yang tidak? Isu mana, sektor apa?” kata Abdul Kadir Karding. (ilfan/mer)