KH-Maruf-Amin
KH Ma'ruf Amin. (foto: Merdeka/Nur Habibie)

harianpijar.com, JAKARTA – Masa kampanye Pilpres 2019 sudah dua bulan berjalan, elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin relatif tak bergerak signifikan.

Meski demikian, cawapres Ma’ruf Amin merasa yakin 1.000 persen elektabilitasnya bersama capres petahana Jokowi akan segera naik.

“Sangat sangat yakin. 1000 persen (yakin),” kata Ma’ruf Amin kepada awak media di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Desember 2018.

Ma’ruf Amin mengatakan, untuk mendongkrak elektabilitas, dirinya akan berkampanye secara efektif ke daerah-daerah mulai Januari 2019. Namun, secara informal, dirinya mengaku sudah berkomunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat jauh sebelum maju Pilpres 2019.

“Silaturahmi sudah sering. Formalnya Januari, tapi komunikasi sudah jalan. Apalagi saya komunikasi dengan mereka sudah sejak sebelum cawapres. Jadi mereka sudah paham. Start kampanyenya saja tapi komunikasi sudah bertahun. Optimis elektabilitas naik,” ujar Ma’ruf Amin.

Sebelumnya, hasil survei LSI Denny JA menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin pada November 2018 masih unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 53,2 persen dan Prabowo-Sandi di angka 31,2 persen. Sedangkan 15,6 persen responden tidak menjawab.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai hasil survei LSI Denny JA tersebut wajar. Menurutnya, puncak elektabilitas kedua paslon akan terlihat mulai Januari dan puncaknya pada April 2019.

“Karena waktunya masih panjang jadi pergerakan dukungan itu belum terlalu bersemangat. Bisa jadi nanti tanda-tanda elektabilitas itu mulai kelihatan di bulan-bulan Januari, akhir Februari, Maret puncak-puncak (elektabilitas pasangan capres-cawapres) gitu, sama akhir April,” ujar Abdul Kadir Karding, Kamis, 6 Desember 2018. (nuch/det)