Raja-Juli-Antoni
Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (foto: dok. PSI)

harianpijar.com, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan berdasarkan survei internalnya, Prabowo-Sandi memperoleh angka 40 persen dan akan menyalip Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Menanggapi hal itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyinggung momen Prabowo-Hatta Rajasa melakukan sujud syukur di Pilpres 2014. Menurut PSI, Prabowo-Sandi seharusnya sujud syukur juga.

“Belum lupa survei internal tim Pak Prabowo 2014 yang menyatakan Pak Prabowo dan Pak Hatta menang sampai mereka sujud syukur. Hasil 40 persen ini mestinya Pak Prabowo dan Pak Sandi sujud syukur juga,” ujar Sekjen PSI Raja Juli Antoni saat dihubungi, Jumat, 7 Desember 2018.

Raja Juli Antoni menganggap hasil 40 persen merupakan klaim sepihak. Dirinya mempertanyakan kenapa tak sekaligus menyatakan menang mutlak.

“Kalau klaim sepihak 40 persen saja, kenapa nggak bilang menang mutlak 70-80 persen kalau tujuannya sekedar menghibur diri?” kata Raja Juli Antoni.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi mengatakan pihaknya melakukan survei internal terkait Pilpres 2019. Berdasarkan survei internal tersebut, Prabowo-Sandi memperoleh angka 40 persen.

“Dari survei kita November kemarin, alhamdulillah Prabowo-Sandi sudah 40 persen, cuma beda 4 persen dari Jokowi,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade kepada detik, hari ini.

Menurut Andre Rosiade, Prabowo-Sandi sendiri sudah naik 15 persen sejak ditetapkan sebagai pasangan capres-cawapres. Dirinya lalu memprediksi, kemungkinan Prabowo-Sandi akan mengungguli Jokowi-Ma’ruf Amin di awal tahun 2019.

“Kalau menurut tren, insyaallah Januari nyalip Jokowi,” pungkas Andre Rosiade. (nuch/det)