Faldo-Maldini
Faldo Maldini. (foto: instagram.com/faldomaldini)

harianpijar.com, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan berdasarkan survei internalnya, Prabowo-Sandi memperoleh angka 40 persen dan akan menyalip Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini mempersilakan siapapun yang ingin nyinyir terkait hal itu.

“Kalau kubu you know who mau nyinyir terus ya tidak apa-apa juga, sudah biasa kok, nyinyir itu dilindungi konstitusi, yang tidak boleh hina, black campaign, dan tabok-tabokan,” ujar Faldo Maldini saat dihubungi, Jumat, 7 Desember 2018.

Faldo Maldini mengaku belum membaca hasil survei internal. Namun, dirinya menyebut sudah mendapat informasi dari Jubir BPN Prabowo-Sandi yang lain, Andre Rosiade, terkait hasil survei internal yang angkanya terus meningkat. Karena itu, dirinya mengaku bersyukur dengan hasil survei internal tersebut.

Lebih lanjut Faldo Maldini mengatakan, saat ini giliran penantang melawan pertahana yang disebutnya memiliki modal lebih besar. Sementara Sandiaga Uno harus menjual sahamnya terlebih dahulu untuk kampanye.

Dirinya menyebut meningkatnya hasil survei internal Prabowo-Sandi diduga karena semakin banyak mendapat dukungan masyarakat.

“Angka kami bisa mendekat kepada kandidat yang punya kapasitas anggaran sekitar Rp 10.000 T atau 5 tahun APBN, ya kami sangat bersyukur, seberapa pun dekatnya. Dulu kan petahana menang 53 persen, udah pegang anggaran lebih 8000 T masih 53 persen surveinya, malah cenderung turun, artinya ada yang salah dengan kebijakannya. Saya duga itu sebabnya warga mau nyumbang ke kami sedikit demi sedikit. Artinya, publik masih memberi ruang untuk tawaran alternatif,” terang Faldo Maldini.

Dirinya menilai survei internal itu berguna untuk mengevaluasi hasil kerja timses Prabowo-Sandi. Sehingga, lanjut Faldo Maldini, jika hasil survei menunjukan peningkatan, artinya warga sudah banyak yang mendukung program Prabowo-Sandi.

“Gunanya survei kan memang untuk mengevaluasi kerja tim kami. Apa yang disampaikan Bang Andre itu artinya BPN sudah bekerja dengan baik, warga sudah mulai menerima gagasan-gagasan dari Mas Bowo dan Bang Sandi, tidak lebih dari itu. Aneh juga komentar tim 01, biar semangat kami harus survei dulu? Tidak masuk akal sih,” ungkapnya.

“Nggak perlu show of force pakai survei, bagi kubu petahana bikin saja kebijakan bener, biar kas tidak defisit, petani lokal terlindungi dari impor, dan ekonomi stabil. Kalau penantang, kasih kritik yang berkualitas dan tawaran yang jelas. Kalau ada kenaikan, berarti warga anggap tawaran kami jelas, tentu harus disempurnakan terus,” pungkas Faldo Maldini.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyindir hasil survei internal BPN Prabowo-Sandi yang menunjukkan pasangan Prabowo-Sandi mendapat 40 persen dan bakal menyalip Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kalau internal diklaim sudah nyalip ya biasa namanya juga internal ya. Kenapa mereka nggak sekalian ngomong kami sudah menang 100 persen dan Pak Jokowi sudah ketinggalan jauh? Itu saja sekalian biar asyik gitu menang dalam survei internal mereka,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, saat dihubungi. (nuch/det)