psi-perindo
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

harianpijar.com, JAKARTA – Lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menyatakan kehadiran partai baru dan non parlemen dalam kancah Pemilu Legislatif 2019 tidak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya, enam partai politik tersebut berpeluang masuk ke Senayan pada periode mendatang.

Menurut Direktur indEX Research Vivin Sri Wahyuni, survei terbaru yang dirilis lembaganya mencatat dua partai non parlemen yang berpeluang besar lolos parliamentary threshold (ambang batas parlemen). Kedua partai politik (parpol) tersebut, yakni Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Dengan memperhitungkan margin of error survei, Perindo dan PSI berpeluang menembus ambang batas parlemen sebesar empat persen,” kata Vivin Sri Wahyuni kepada redaksi, Jumat, 7 Desember 2018.

Lebih lanjut, Vivin Sri Wahyuni menegaskan, Partai Perindo memiliki elektabilitas 2,9 persen. Dengan margin of error atau tingkat kesalahan survei sebesar plus minus 2,9 persen, maka Perindo berpotensi lolos. Selain itu, kekuatan media menjadi faktor utama Partai Perindo dalam menggalang basis dukungan.

“Menguasai media massa dan sudah eksis sejak lama membuat nama Perindo melekat di tengah masyarakat,” tegas Vivin Sri Wahyuni.

Kemudian, Vivin Sri Wahyuni juga menjelaskan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memiliki elektabilitas 1,2 persen. Serupa dengan Partai Perindo, karena itu PSI masih berpeluang lolos jika ditilik dari angka margin of error.

“Dengan memperhitungkan margin of error survei, PSI berpeluang menembus ambang batas parlemen sebesar empat persen,” jelas Vivin Sri Wahyuni.

Sementara, menurut Vivin Sri Wahyuni, daya tarik PSI terhadap masyarakat adalah keberanian partai besutan Grace Natalie itu untuk tampil berbeda dengan koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, PSI juga menaruh kepedulian pada isu pemberantasan korupsi dan mengambil sikap tegas dalam isu-isu sensitif terkait intoleransi.

“PSI dengan keras menolak keberadaan berbagai peraturan daerah keagamaan atau sering disebut sebagai perda syariah,” ucapa Vivin Sri Wahyuni.

“Kelompok moderat yang biasanya apatis dengan politik merasa tersuarakan oleh PSI,” lanjut Vivin Sri Wahyuni.

Sedangkan, hasil survei yang digelar pada 11-20 November tersebut menjabarkan bahwa Partai Bulan Bintang (PBB) sebesar 0,5 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,3 persen, Partai Garuda 0,2 persen, dan Partai Berkarya 0,1 persen. Dengan angka elektabilitas tersebut, ke empat partai akan sulit masuk parlemen.

Selain itu, menurut Vivin Sri Wahyuni, survei indEX sendiri melibatkan 1200 responden yang diwawancarai secara tatap muka. Menggunakan metode multistage random sampling, hasil survei mendapatkan tingkat kepercayaan 95 persen. [elz/rmo]