Mardani-Ali-Sera
Mardani Ali Sera. (foto: Tempo/Rezki Alvionitasari)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketum Partai Gerindra yang juga capres nomor urut 02, Prabowo Subianto melontarkan kritik terhadap media terkait pemberitaan hingga jumlah peserta acara Reuni 212 yang digelar di Monas pada akhir pekan lalu.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai kritikan Prabowo Subianto tersebut tidak signifikan. Menurutnya, perdebatan yang muncul tentang jumlah peserta itu mungkin terjadi karena tidak ada konferensi pers dari panitia.

“Bahwa ada miss-match karena tidak ada konferensi pers sangat mungkin. Jadi kalau buat saya, pernyataan Pak Prabowo adalah pernyataan kebijaksanaan pemimpin agar media berlaku adil,” ujar Mardani Ali Sera di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Lebih lanjut Mardani Ali Sera pun mencontohkan acara #2019GantiPresiden pada Mei 2018 lalu. Dirinya menyebut saat itu, setelah acara digelar, dilakukan konferensi pers serta ada pembagian rilis yang menyebutkan jumlah peserta yang hadir.

“Tapi buat saya, number doesn’t matter itu loh. Tapi keadilan itu matters, kedamaian, ketertiban, kemarin rumput tidak diinjak buat saya itu sebuah orkestrasi di mana rakyat Indonesia bukan cuma yang muslim ya, tapi siapa saja bisa hadir dengan damai, menyampaikan aspirasinya,” kata Mardani Ali Sera.

“Mardani dalam perspektif PKS ingin menyatakan media adalah kawan dari partai politik. Kalau ada perbedaan kita sudah punya koridornya, hak jawab ada, atau konferensi pers,” tambahnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengkritik media terkait pemberitaan Reuni 212 di Monas. Dirinya menyoroti soal pemberitaan hingga penulisan jumlah peserta Reuni 212.

“Kita dipandang dengan sebelah mata, kita nggak dianggap, karena dibilang kita nggak punya duit. Mereka sudah tutup semua. Buktinya hampir semua media tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang berkumpul, belum pernah terjadi di dunia,” ujar Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid, Jakarta, hari ini.

“Sudah saatnya kita bicara apa adanya, yang benar, benar, yang salah, salah. Mereka mau mengatakan yang 11 juta hanya 15. Bahkan ada yang bilang kalau lebih dari 1.000 dia nantang, minta, terserah deh apa yang dia minta,” sambungnya. (ilfan/det)