Jusuf-Kalla-JK
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). (foto: Antara Foto)

harianpijar.com, PADANG – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berbicara soal insiden penembakan pekerja proyek Trans Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dirinya menegaskan Polri-TNI akan menyelesaikan masalah itu dan semua pelaku harus ditangkap.

“Polisi dan tentara akan selesaikan itu. Harus ditangkap mereka,” ujar JK seusai membuka Kongres ke-21 Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) di Padang, Sumatera Barat, Kamis, 6 Desember 2018.

JK menyebut para korban sebagai pahlawan pembangunan. Dirinya memastikan proyek pembangunan Trans Papua akan terus berjalan.

“Tentunya kita berduka dan sangat menghargai korban sebagai pahlawan pembangunan. Proyek jalan terus,” kata JK.

Seperti diketahui, insiden penembakan terhadap pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua terjadi pada Minggu, 2 Desember 2018. Berdasarkan keterangan dari korban yang selamat, para pekerja itu sebelumnya disandera sejak Sabtu, 1 Desember 2018.

Menurut informasi awal, ada 32 pekerja proyek yang disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya itu. Kemudian 24 orang di antaranya ditembak mati, sedangkan 8 orang lainnya melarikan diri dan bersembunyi.

Namun, 8 orang itu berhasil ditangkap KKB. Tujuh orang di antaranya dibunuh, sedangkan 1 orang lainnya belum diketahui nasibnya karena berhasil melarikan diri lagi.

Saat dimintai konfirmasi pada Senin, 3 Desember 2018, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal membenarkan data tersebut. Namun, kata dia, data itu masih berupa informasi awal.

Informasi awal itu sedikit berbeda dari keterangan seorang korban selamat bernama JA. Sepengetahuan JA, ada 19 orang yang tewas dieksekusi.

Kemudian empat orang berhasil melarikan diri termasuk dirinya. Selain itu, JA juga menyebut ada 2 orang yang menyelamatkan diri tetapi terpisah dan nasibnya hingga kini belum diketahui.

Selanjutnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, berdasarkan data yang didapatnya per Rabu, 5 Desember 2018, total korban tewas dalam peristiwa itu adalah 20 orang.

Dirinya menyebut 20 orang itu terdiri dari 19 orang pekerja, sedangkan 1 orang lagi anggota TNI.

“Informasi sementara (yang tewas) 20,” ujar Tito Karnavian.

Kemudian, pada Kamis, 6 Desember 2018, Wakapendam Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan tim gabungan TNI-Polri sudah mencapai titik lokasi para korban tewas. Dirinya mengungkapkan bahwa tim menemukan 16 jenazah, tetapi belum dapat dipastikan identitasnya.

Selain itu, dikatakan Dax Sianturi, ada 3 korban lainnya yang ditemukan selamat. Sehingga, total korban selamat yang ditemukan yaitu 15 orang, yang terdiri dari 7 orang karyawan Istaka Karya, 6 orang pekerja bangunan Puskesmas Mbua, dan 2 orang pekerja SMP Mbua. (nuch/det)