Faldo-Maldini
Faldo Maldini. (foto: instagram.com/faldomaldini)

harianpijar.com, JAKARTA – Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan menyindir politikus yang kerap asal bicara tanpa menggunakan data. Menanggapi hal itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan pihaknya selalu berbicara dengan data.

“Kami selalu bicara data dari awal. Justru pemerintah sekarang yang tidak serius mengurusi data, lihat saja Mendag, Mentan, dan Kabulog datanya bisa beda. Pak Buwas sampai bilang tidak percaya data BPS. Jadi, kebijakan selama ini data apa yang dipakai pemerintah?” kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini melalui pesan singkat kepada awak media, Kamis, 6 Desember 2018.

Menurut Faldo Maldini, justru pemerintah yang selama ini tidak sinkron terkait data yang dikeluarkan kementerian atau lembaga. Dirinya balik bertanya kepada Luhut Binsar Panjaitan terkait acuan yang digunakan pemerintah saat mengubah kebijakan.

“Jadi, kita tidak heran kalau pemerintah suka ubah-ubah kebijakan sesukanya. Nggak tahu juga itu datanya dari mana. Misalnya, naikin BBM malam tiba-tiba turunin lagi. Buka investasi asing 100 persen untuk 120-an sektor, lalu jadi 100-an sektor, turun jadi 50-an sektor, turun lagi jadi 28-an sektor, terus batal. Bikin ini datanya dari mana? Silakan tanya Pak Luhut,” ujar Faldo Maldini.

“Katanya, Beliau mau lawan yang berani nolak BBM naik, tahunya Presiden sendiri yang nolak. Ini kan publik tidak diberikan kepastian. Bagi kami, soal data ini penting. Data ini harus kuat banget, terintegrasi, satu saja acuannya. BPS dan World Bank itu datanya sama setahu saya. Kami ingin peran BPS makin diperkuat, anggarannya naik, kalau bisa real time,” tambah politikus PAN itu.

Sebelumnya, Luhut Binsar Panjaitan meminta capres atau cawapres saat berbicara menggunakan data yang jelas. Luhut Binsar Panjaitan tak menyebut siapa capres yang bicara tanpa data. Namun dirinya menyindir capres yang mengaku mengutip data dari World Bank.

Setelah dicek ternyata World Bank tak pernah mengeluarkan data seperti yang diungkap sang capres tersebut.

“Kalau ada pihak yang ingin jadi presiden, sah-sah saja. Tapi eloknya jangan bicara itu tanpa data yang jelas, itu saja,” ujar Luhut Binsar Panjaitan.

“Jadi jangan pakai bilang World Bank begini. Lah orang World Bank-nya juga ketemu saya kok,” sambungnya. (nuch/det)