Andi-Arief
Andi Arief.

harianpijar.com, JAKARTA – Ketum Partai Gerindra yang juga capres nomor urut 02, Prabowo Subianto melontarkan kritik terhadap media terkait pemberitaan acara Reuni 212 yang digelar di Monas pada akhir pekan lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyarankan Prabowo Subianto untuk lebih sabar menghadapi media yang dianggap tidak objektif, khususnya saat memberitakan Reuni 212.

Andi Arief lantas membandingkan, di era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), apa pun demonstrasi tidak pernah dilarang.

“Presiden dari TNI memberi jalan pers sebebas-bebasnya. Mungkin Pak Prabowo kesal kok di zaman presidennya sipil seperti sekarang kok pers bisa set back,” ujar Andi Arief di Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Andi Arief mengaku memahami amarah Prabowo Subianto. Karena itu, dirinya menyarankan Prabowo Subianto harus lebih tenang menghadapi gejala set back pers Indonesia.

“Saya bisa memahami kemarahannya, tapi saya kira inilah saatnya bijaksana menghadapi situasi seburuk apa pun. Keadaan memang tidak normal di bawah Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Andi Arief mengatakan, jika banyak media bersikap pro atau dukung Jokowi, masih ada upaya lain yang bisa ditempuh. Salah satunya menggunakan agresivitas pengguna sosial media, minimal yang 13,4 juta pengguna.

“Bukankah masih ada 13,4 pemegang HP yang hampir semua bersosial media,” sebutnya.

Menurut Andi Arief, dulu di era pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto, semua media tidak berdaya menghadapi selebaran dan pionir internet.

Bahkan, di Iran, pemerintahan otokrasi ketika tahun 1979, tumbang dikalahkan oleh revolusi dengan xeroxisasi.

Xeroxisasi ini maksudnya adalah perlawanan Ayatullah Khomeini terhadap penguasa tirani Iran dari pengasingan di Prancis melalui pidato, ceramah, atau khotbah, yang selanjutnya diperbanyak dengan mesin foto kopi merek Xerox dan simpatisannya disebarluaskan ke seantero negeri Iran.

“Arab Spring gunakan sosial media, people power setelah Marcos di Filipina gunakan SMS,” terang Andi Arief mencontohkan.

Untuk itu, Andi Arief pun kembali mengingatkan Prabowo Subianto agar bersabar. “Sabar hadapi media yang telah mengambil posisi (jelang Pilpres),” pungkasnya. (nuch/jpn)