Ace-Hasan-Syadzily
Ace Hasan Syadzily. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Terkait kritik Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menilai pemerintah telah gagal menjaga keamanan Papua dari gerakan separatis, mendapat tanggapan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Menurut juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, mengatasi persoalan Papua bukan perkara mudah. Selain itu, pemerintah juga akan tegas kepada siapapun pihak yang jelas-jelas melakukan tindakan separatisme itu.

“Saya kira pemerintah akan tegas kepada siapapun pihak yang melakukan tindakan separatisme. Kami juga sangat prihatin atas penembakan pekerja jalan Trans Papua yang menewaskan 13 orang tersebut,” kata Ace Hasan Syadzily saat dikonfirmasi, Rabu,  Desember 2018.

“Mengatasi persoalan Papua tidak bisa hanya sekadar bicara. Harus dengan pendekatan yang komprehensif. Bahkan, tidak hanya pendekatan keamanan tapi juga pendekatan kesejahteraan,” lanjut Ace Hasan Syadzily yang juga politikus Partai Golkar ini.

Lebih lanjut, ditegaskan Ace Hasan Syadzily, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan banyak perhatian untuk Papua. Contohnya pembangunan infrastruktur di Papua.

“Penanganan masalah Papua tentu tak bisa dilakukan dengan semata-mata pendekatan keamanan semata, namun dengan pendekatan kesejahteraan. Apa yang dilakukan Pak Jokowi dengan membangun Infrastruktur di Papua, itu dalam rangka mendorong kesejahteraan masyarakat Papua,” tegas Ace Hasan Syadzily.

Sementara, Ace Hasan Syadzily juga menjelaskan, terkait penembakan yang menewaskan 31 pekerja Trans Papua oleh KKB, pemerintah sudah merespons cepat. Bahkan, dirinya juga mengatakan, di era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi), konflik bersenjata di Papua sudah berkurang.

“Pemerintah tidak tinggal diam dan bergerak cepat mengatasi peristiwa penembakan ini. Saat ini, dengan cepat Panglima TNI sekarang ini telah berada di Papua untuk memastikan akar persoalan bagi terjadinya penembakan yang menewaskan 13 pekerja itu,” jelas Ace Hasan Syadzily.

“Sesungguhnya harus jujur diakui bahwa peristiwa konflik bersenjata di Papua di bawah kepemimpinan Pak Jokowi relatif berkurang. Pendekatan dialog dan kesejahteraan kepada kelompok bersenjata telah dapat diatasi dengan lebih baik. Tentu peristiwa ini bisa terjadi dimanapun,” imbuh Ace Hasan Syadzily.

Sedangkan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengecam pembunuhan 31 pekerja Trans Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Bahkan, dirinya juga menilai pemerintah telah gagal menjaga keamanan Papua dari gerakan separatis.

Menurut Fadli Zon, pemerintah harus mengevaluasi pengamanan di Papua. Karena, KKB Papua, yang disebutnya sebagai ‘gerombolan separatis’, itu telah beraksi di berbagai tempat.

“Insiden peristiwa penembakan 31 orang di Papua ini sebenarnya menunjukkan bahwa pemerintah telah gagal untuk mengatasi keamanan di Papua terkait dengan gerakan separatis Papua atau mereka juga melakukan tindakan-tindakan teror,” kata Fadli Zon. [elz/det]