Abdul-Kadir-Karding
Abdul Kadir Karding. (foto: TRIBUNNEWS/HERUDIN)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) angkat bicara terkait pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyebut jangan mendukung pasangan capres-cawapres dari partai penista agama.

Sebagaimana diketahui, saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, PKB menjadi salah satu partai pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang terkena kasus penistaan agama.

“Kami disebut penista agama tentu, biar saja, toh pendukung PKB terus meningkat. Kenapa PKB terus meningkat? karena keseharian, kebijakan gerakan perjuangan PKB selalu berorientasi kepada bagaimana memperjuangkan, memberdayakan umat khususnya, misalnya membangun pesantren, madrasah, mendorong kebijakan-kebijakan yang pro Islam,” ujar Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding melalui pesan tertulis, Senin, 3 Desember 2018.

“Kemudian keseharian kami terus mengembangkan dan mendorong agar tradisi-tradisi ajaran-ajaran keagamaan ala Rasulollah ahli sunnah waljamaah itu harus kami kembangkan. Kami terus melakukan tradisi-tradisi atau ritual-ritual keagamaan mulai dari yang wajib sampai pada kebiasaan-kebiasaan masyarakat Indonesia, maulid, istighosah, doa bersama, itu harus kita lakukan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Abdul Kadir Karding mengatakan, PKB telah membantu mengembangkan institusi muslim yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Meski demikian, partainya tak perlu mengumbar upaya yang telah dilakukan untuk umat tersebut.

“Oleh karena itu orang menilai bahwa PKB ini adalah partai yang tidak perlu koar-koar tetapi telah berbuat, berusaha, untuk membantu mengembangkan masyarakat, institusi muslim paling tidak khususnya Nahdlatul Ulama (NU) dan umat muslim secara keseluruhan,” kata Abdul Kadir Karding.

Sebelumnya, Rizieq Shihab memberikan pesan kepada peserta Reuni 212 yang berada di Monas. Pesan itu disampaikan melalui rekaman yang diputar oleh panitia aksi.

Rizieq Shihab meminta peserta Reuni 212 untuk mendukung capres-cawapres dari hasil ijtima ulama dan yang diusung partai pendukung ulama yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Pilih capres dan cawapres yang hasil koalisi keumatan, hasil ijtima ulama yang siap bela ulama, siap bela agama, dan siap bela negara,” ujar Rizieq Shihab, Minggu, 2 Desember 2018.

Rizieq Shihab menegaskan para pendukung dan pengikutnya haram untuk memilih capres-cawapres yang diusung partai penista agama pada Pilpres 2019.

“Haram pilih capres dan cawapres yang diusung partai penista agama, takbir,” sebutnya yang kemudian disambut takbir oleh peserta Reuni 212. (ilfan/mer)