Andre-Rosiade
Andre Rosiade.

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Gerindra membantah anggapan PKB yang menuding Reuni 212 merupakan kampanye terselubung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan menggunakan agama sebagai alat. Partai Gerindra meminta PKB gunakan logika.

“Mbok ya kalau fitnah yang masuk akal, pakai logika dikit,” kata Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada awak media, Minggu, 2 Desember 2018.

Andre Rosiade menilai tudingan itu fitnah yang berlebihan. Sebab, kata dia, saat menghadiri reuni 212, Prabowo Subianto jelas tidak berkampanye.

“Sudah jelas tadi Pak Prabowo tidak ada berkampanye. Beliau hanya hadir sebagai tamu undangan. Dan pidatonya juga sebentar. Kedua pihak Bawaslu juga melalui Komisioner yang menonton dari televisi sudah menyatakan juga acara itu bebas dari kampanye,” sebutnya.

Selain itu, Andre Rosiade juga menepis tudingan yang menyebut pihaknya memfasilitasi Reuni 212. Dirinya menegaskan aksi tersebut murni dari umat Islam.

“Itu uang dari mana kalau kami dituduh memfasilitasi. Orang untuk kampanye Pak Prabowo saja kita minta sumbangan dari masyarakat. Kok tiba-tiba kita yang dituduh memfasilitasi,” ujar Andre Rosiade.

“Jangan sampai abang Karding (Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding-red) saking paniknya asal komentar. Logikanya enggak masuk bang,” tambahnya.

Sedangkan terkait seruan 2019 ganti presiden yang dilontarkan Imam Besar FPI Rizieq Shihab dalam pidatonya, Andre Rosiade menyebut hal itu merupakan hak politik Rizieq Shihab.

Yang jelas, menurutnya, Prabowo Subianto tidak melakukan tindakan yang berkaitan dengan kampanye dalam aksi tersebut.

“Yang salah itu kalau yang namanya Pak Prabowo kampanye di situ. Lalu Fadli Zon berkampanye di situ, itu salah, sebagai BPN. Atau Pak Amien Rais sebagai BPN salah. Tapi kalau Habib Rizieq, beliau kan orang politik bukan, orang parpol bukan, bukan orang badan pemenangan Pak Prabowo, Pak Sandi ya silakan, itu haknya beliau, kita tak ingin mencampuri kita hormati,” pungkas Andre Rosiade.

Seperti diberitakan sebelumnya, PKB menganggap telah terjadi perubahan tujuan pada aksi Reuni 212. PKB menilai aksi yang digelar pagi ini itu tak lebih dari kampanye terselubung capres Prabowo Subianto.

“Sebenarnya kegiatan ini adalah kegiatan kampanye, kampanye Pak Prabowo yang menggunakan agama, simbol-simbol agama sebagai alat,” kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding kepada awak media, Minggu, 2 Desember 2018. (nuch/det)