Airlangga-Hartarto-1
Airlangga Hartarto. (foto: detik/Tsarina Maharani)

harianpijar.com, BOGOR – Ketua Umum Partai Gerindra yang juga capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengkritik paket kebijakan ekonomi jilid 16 dan menyebut bangsa menyerah total pada asing. Menepis hal itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan pernyataan Prabowo Subianto tidak benar.

“Sama sekali tidak benar, itu tidak benar karena ini bicaranya masalah investasi,” kata Airlangga Hartarto kepada awak media di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 21 November 2018.

Menurut Airlangga Hartarto, justru pemerintah mendorong substitusi impor. Diharapkan ketergantungan untuk mengimpor barang bisa menurun.

“Saat sekarang ketergantungan kita terhadap impor tinggi, justru kita akan dorong melakukan substitusi impor. Dengan substitusi kemampuan industri dalam negeri meningkat dan ketergantungan terhadap barang impor akan berkurang,” ujar Airlangga Hartarto.

Seperti diketahui, Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan paket kebijakan ekonomi tersebut tidak sesuai dengan UUD 1945, terutama pada Pasal 33 Ayat 1.

Dirinya mengkritisi paket kebijakan ekonomi jilid 16 yang memberikan peluang sebesar-besarnya kepada pihak asing untuk masuk dan menguasai 25 sektor industri di dalam negeri.

“Indikator-Indikator saat ini menunjukan bahwa negara kita sedang memprihatinkan. Baru saja pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang menurut saya itu wujud bahwa kita menyerah total kepada bangsa asing. Negara kita sangat kaya memiliki banyak sumber daya alam yang bisa kita kelola sendiri,” ujar Prabowo Subianto di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 November 2018. (nuch/det)