Hashim-Djojohadikusumo
Hashim Djojohadikusumo. (foto: Kompas/KRISTIAN ERDIANTO)

harianpijar.com, JAKARTA – Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo mengatakan jika menang di Pilpres 2019, Prabowo-Sandi akan mengeluarkan mata uang dengan huruf braille.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin, Arya Sinulingga menilai pernyataan adik Prabowo Subianto itu cukup menggelikan. Pasalnya, uang rupiah yang saat ini ada memang sudah bisa dikenali oleh kalangan difabel.

“Ini lucu sebenarnya pendapat Hashim. Karena, sejak dulu itu, 2016 itu sudah uang rupiah kita itu sudah bisa dikenali oleh kaum disabilitas. Jadi itu diraba pun, kaum disabilitas sudah tahu, berapa sebenarnya harga atau nilai dari uang rupiah tersebut,” kata Arya Sinulingga saat dikonfirmasi awak media, Minggu, 18 November 2018.

Menurut Arya Sinulingga, terlihat Hashim Djojohadikusumo tidak mengerti bila uang rupiah memang sudah bisa dikenali oleh kaum disabilitas seperti tunanetra.

Selain itu, lanjut dia, ucapan Hashim Djojohadikusumo soal kaum tunanetra sebagai tukang pijat tersebut tidak tepat. Dirinya menilai tidak seharusnya Hashim Djojohadikusumo merendahkan tunanetra hanya sebagai tukang pijat.

“Yang kedua, dikatakan oleh Pak Hashim juga, ini supaya kalau mereka jadi tukang pijat, kaum tunanetra itu tidak dibohongi oleh orang,” ujar Arya Sinulingga.

“Ini kan lucu, tunanetra itu bukan hanya tukang pijat. Tunanetra itu banyak pekerjaannya, tidak hanya tukang pijat,” tambahnya. (nuch/mer)