Abdul-Kadir-Karding
Abdul Kadir Karding. (foto: net)

harianpijar.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menilai pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajari rakyat untuk gegabah. Hal itu dikarenakan kerapnya pasangan tersebut membuat kesalahan dan dengan mudahnya meminta maaf.

“Tradisi minta maaf itu sebenarnya baik, dan itu adalah ciri bangsa Indonesia. Tetapi kalau semua tindakan-tindakan politik berdampak besar terutama berdampak negatif, itu hanya selesai dengan minta maaf, saya kira ke depan orang-orang akan banyak berbuat tanpa dipikir, berbuat seenaknya, asal ngomong,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, Rabu, 14 November 2018.

Abdul Kadir Karding menuturkan, Prabowo-Sandi mengajari masyarakat bersikap tanpa berpikir dampaknya. Hanya dengan meminta maaf kemudian urusan selesai.

“Saya kira hal yang tidak baik, dan tidak patut. Karena begini, di politik setiap omongan dan kebijakan pasti berdampak sangat luas bagi kehidupan masyarakat di semua bidang,” jelasnya.

Selanjutnya, Abdul Kadir Karding pun mengungkapkan teori politik membakar rumah untuk membuat semua orang ketakutan dan stres. Ujungnya, korban akan dipengaruhi kondisi terkini karena masyarakat sudah dalam tekanan.

“Akhirnya masyarakat memilih dia,” sebut Abdul Kadir Karding.

Dirinya mengatakan teori politik itu terjadi di Amerika yang solusi terbaiknya adalah meminta maaf. Abdul Kadir Karding menilai hal ini sangat berbahaya.

“Bahaya bagi kehidupan politik ke depan dan itu jangan sampai terjadi di Indonesia,” tandasnya. (nuch/jpn)