Maruf-Amin
KH Ma'ruf Amin saat berada di RSCM. (foto: detik/Indra)

harianpijar.com, JAKARTA – Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin mengungkapkan awal mula dirinya dipilih untuk mendampingi capres petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Ma’ruf Amin mengaku sebenarnya tak mau menjadi cawapres. Selain karena faktor usia, dirinya juga merasa nyaman menjadi Rais Aam PBNU.

Hal itu disampaikan Ma’ruf Amin saat memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran buku bertajuk ‘Arus Baru Ekonomi Indonesia’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, 13 November 2018, malam.

“Sudah tua mau jadi calon wakil presiden, saya sebenarnya tidak mau, saya lebih nyaman jadi Rais Aam PBNU dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ungkapnya.

Namun, karena banyak mendapat masukan dari berbagai pihak, Ma’ruf Amin bersedia menjadi cawapres. Di tambah dorongan dari para ulama.

“Tapi didorong oleh banyak pihak, oleh banyak para ulama-ulama,” katanya.

Selain itu, Ma’ruf Amin mengaku ada sosok yang menginspirasinya sehingga mantap mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Yaitu Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, yang membuatnya percaya diri.

“Mahathir saja masih siap menjadi Perdana Menteri. Saya yang masih lebih muda, harus siap jadi Wakil Presiden. Mudah-mudahan bisa bertugas dan membangun, menyiapkan, menguatkan, membuat landasan yang kuat. Supaya (Indonesia) 2024 bisa lepas landas,” pungkas Ma’ruf Amin. (ilfan/mer)

loading...