SBY
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cirebon. (fFoto: detik/Sudirman Wamad)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, berdasarkan hasil survei, PDIP dan Partai Gerindra diuntungkan di Pemilu 2019 karena kedua capres adalah kader mereka. SBY mengutip hasil survei yang memperlihatkan kedua partai itu unggul.

“Survei membuktikan saat ini membuktikan bahwa partai politik yang punya capres sangat diuntungkan. Contohnya PDIP dengan Pak Jokowi sebagai capres kader partai itu dan Gerindra dengan Pak Prabowo sebagai capres kader Gerindra,” ujar SBY dalam pembekalan caleg Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 November 2018.

Sebagaimana diketahui, Partai Demokrat sendiri berada dalam barisan kubu pengusung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Meski demikian, partai berlogo mercy itu tak mendapat tempat untuk posisi cawapres.

Sejauh ini dalam beberapa hasil survei yang dirilis, Partai Demokrat masih masuk zona aman alias lolos parliamentary threshold (PT). Namun, memang di tempat teratas dan kedua ditempati oleh PDIP dan Partai Gerindra.

Adapun hasil 3 survei terbaru terkait partai politik adalah sebagai berikut:

Survei Alvara Research Center

Periode: 8-22 Oktober 2018
Responden: 1.781 orang di 33 provinsi
Metode: wawancara tatap muka dengan multistage random sampling
Margin of error: 2,37 persen

Hasil:

PDIP: 29,9 persen
Partai Gerindra: 18,4 persen
Partai Golkar: 9,5 persen
PKB: 7,2 persen
Partai Demokrat: 6,3 persen
Partai NasDem: 3,4 persen
PPP: 2,9 persen
PKS: 2,2 persen
PAN: 1,6 persen
Partai Perindo: 1,3 persen
Partai Hanura: 0,6 persen
PBB: 0,3 persen
PKPI: 0,1 persen
PSI: 0,1 persen
Partai Berkarya: 0,1 persen
Partai Garuda: –

Belum memutuskan: 16,3 persen

Survei LSI Denny JA

Periode: 4-14 Oktober 2018
Responden: 6.000 orang di 10 provinsi
Metode: penelitian kualitatif dengan metode analisis media, diskusi kelompok terarah, dan wawancara mendalam
Margin of error: 4,1 persen

Hasil:

I. Jawa Barat
Partai Gerindra: 20,2 persen
PDIP: 17,8 persen
Partai Golkar: 11,3 persen
PKS: 6,0 persen
PPP: 4,7 persen

PKB: 3,7 persen
Partai Demokrat: 2,7 persen
Partai Perindo: 2,3 persen
PAN: 1,5 persen

Partai Garuda: 0,7 persen
Partai NasDem: 0,7 persen
Partai Berkarya: 0,3 persen
PBB: 0,2 persen
PKPI: 0,2 persen
PSI: 0,2 persen
Partai Hanura: 0,0 persen

II. Jawa Timur
PKB: 21,7 persen
PDIP: 21,0 persen
Partai Golkar: 5,2 persen
Partai Gerindra: 4,6 persen
Partai Demokrat: 3,6 persen

Partai Perindo: 1,7 persen
PPP: 1,7 persen
PAN: 1,4 persen

Partai NasDem: 0,8 persen
PKS: 0,7 persen
PBB: 0,3 persen
PSI: 0,3 persen
Partai Hanura: 0,2 persen
Partai Berkarya: 0 persen
Partai Garuda: 0 persen
PKPI: 0 persen

III. Jawa Tengah
PDIP: 46,0 persen
Partai Gerindra: 6,2 persen
PKB: 4,8 persen
Partai Golkar: 4,2 persen
PPP: 3,5 persen

PKS: 1,3 persen
PAN: 1,2 persen

Partai Demokrat: 0,7 persen
Partai NasDem: 0,3 persen
Partai Perindo: 0,3 persen
PSI: 0,2 persen
Partai Berkarya: 0,0 persen
Partai Garuda: 0 persen
Partai Hanura: 0 persen
PBB: 0 persen
PKPI: 0 persen

IV. Sumatera Utara
PDIP: 28,0 persen
Partai Gerindra: 16,5 persen
Partai Golkar: 6,7 persen
Partai Demokrat: 4,8 persen
PKS: 3,5 persen

PAN: 3,3 persen
Partai NasDem: 2,2 persen
PPP: 1,8 persen
PKB: 1,2 persen

Partai Hanura: 0,3 persen
PBB: 0,3 persen
Partai Perindo: 0,3 persen
Partai Berkarya: 0 persen
Partai Garuda: 0 persen
PKPI: 0 persen
PSI: 0 persen

V. Banten
Partai Gerindra: 26,3 persen
PDIP: 19,3 persen
Partai Golkar: 7,0 persen
Partai Demokrat: 4,8 persen
PPP: 3,5 persen

PKS: 2,3 persen
PKB: 2,3 persen
PAN: 1,8 persen
Partai NasDem: 1,5 persen
Partai Perindo: 1,2 persen

PSI: 0,7 persen
Partai Hanura: 0,5 persen
Partai Berkarya: 0,2 persen
Partai Garuda: 0,2 persen
PKPI: 0,2 persen
PBB: 0 persen

VI. DKI Jakarta
PDIP: 23,1 persen
Partai Gerindra: 17,1 persen
PKS: 6,2 persen
Partai Golkar: 4,3 persen
Partai Demokrat: 3,0 persen
PPP: 3,0 persen

PKB: 1,7 persen
PAN: 1,7 persen
Partai NasDem: 1,3 persen
Partai Perindo: 1,0 persen

Partai Hanura: 0,8 persen
PSI: 0,5 persen
Partai Berkarya: 0,3 persen
PBB: 0,3 persen
Partai Garuda: 0 persen
PKPI: 0 persen

VII. Sulawesi Selatan
Partai Golkar: 23,5 persen
Partai Gerindra: 16,3 persen
PDIP: 7,3 persen
Partai NasDem: 6,5 persen
Partai Demokrat: 4,5 persen

Partai Perindo: 4,2 persen
PKS: 2,7 persen
PKB: 2,5 persen
PPP: 2,3 persen
PAN: 2,0 persen

Partai Hanura: 0,8 persen
Partai Berkarya: 0,3 persen
PSI: 0,3 persen
Partai Garuda: 0,2 persen
PBB: 0,2 persen
PKPI: 0,2 persen

VIII. Lampung
PDIP: 34,0 persen
Partai Gerindra: 11,7 persen
Partai Golkar: 8,8 persen
PKB: 7,2 persen
Partai Demokrat: 4,3 persen

Partai NasDem: 3,2 persen
PKS: 2,7 persen
PPP: 1,7 persen
PAN: 1,3 persen
Partai Perindo: 1,2 persen

Partai Hanura: 0,3 persen
Partai Berkarya: 0,2 persen
PBB: 0,2 persen
PSI: 0,2 persen
Partai Garuda: 0 persen
PKPI: 0 persen

IX. Sumatera Selatan
PDIP: 26,5 persen
Partai Gerindra: 25,9 persen
Partai Golkar: 8,2 persen
Partai Demokrat: 5,2 persen
PAN: 2,7 persen

PPP: 2,5 persen
Partai NasDem: 2,0 persen
PKB: 1,3 persen
Partai Perindo: 1,3 persen
PKS: 1,2 persen

Partai Hanura: 0,5 persen
PBB: 0,3 persen
Partai Garuda: 0,2 persen
Partai Berkarya: 0,2 persen
PKPI: 0 persen
PSI: 0 persen

X. Riau
Partai Gerindra: 22,2 persen
Partai PDIP: 9,3 persen
Partai Golkar: 7,2 persen
Partai Demokrat: 6,5 persen
PKS: 4,2 persen

PAN: 3,2 persen
Partai NasDem: 2,3 persen
Partai Perindo: 1,7 persen
PPP: 1,3 persen
PKB: 1,0 persen

Partai Hanura: 0,5 persen
PBB: 0,5 persen
PSI: 0,2 persen
PKPI: 0,2 persen
Partai Berkarya: 0 persen
Partai Garuda: 0 persen

Survei Litbang Kompas

Periode: 24 September-5 Oktober 2018
Responden: 1.200 orang di 34 provinsi
Metode: pencuplikan sistematis bertingkat (stratified random sampling)
Margin of error: 2,8 persen

Hasil:

PDIP: 29,9 persen
Partai Gerindra: 16 persen
PKB: 6,3 persen
Partai Golkar: 6,2 persen
Partai Demokrat: 4,8 persen

Partai NasDem: 3,6 persen
PKS: 3,3 persen
PPP: 3,2 persen
PAN: 2,3 persen
Partai Perindo: 1,5 persen
Partai Hanura: 1,0 persen
Partai Berkarya: 0,4 persen
PSI: 0,4 persen
PBB: 0,4 persen
Partai Garuda: 0,3 persen
PKPI: 0,1 persen

Belum tahu/rahasia: 20,4 persen

. (nuch/det)

loading...