Jokowi-dan-Prabowo-Subianto
Jokowi dan Prabowo Subianto. (foto: dok. KASKUS)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menggunakan strategi ‘babat alas’ dalam menghadapi lawan politiknya, Prabowo Subianto. Apa strategi ‘babat alas’ yang dimaksud Hendri Satrio?

Jokowi disebut menyerap semua kekuatan politik demi memuluskan kemenangannya pada Pilpres 2019.

“Bergabungnya tokoh-tokoh penting ke kubu Jokowi ini ibaratnya persaingan dua tim sepakbola. Tim sepakbola yang satu ini merekrut semua pemain terbaik supaya semata-mata tim lain tidak memiliki tim yang bagus, sehingga mudah dikalahkan,” ujar Hendri Satrio, Kamis, 8 November 2018.

Lebih lanjut Hendri Satrio mencontohkan Jokowi yang memiliki kekuatan media. Selain itu, dirinya juga berbicara soal bergabungnya Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra sebagai lawyer Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hendri Satrio menduga hal itu dilakukan oleh Jokowi karena merasa posisinya tak aman menghadapi Pilpres 2019.

“Misal merekrut semua media yang ada, tokoh-tokoh politik yang ada, kalau bisa semua parpol di Jokowi. Ini sebuah strategi babat alas yang menurut saya bagus. Mungkin saat ini Pak Jokowi merasa posisinya tidak aman, sehingga perlu melakukan strategi babat alas seperti ini,” kata Hendri Satrio

“Akhirnya semua direkrut, semua diminta mendukung, termasuk sosok Yusril dan PBB-nya,” imbuhnya.

Hendri Satrio menilai dengan menggunakan strategi ini, seharusnya bisa mudah bagi Jokowi untuk terpilih kembali pada Pilpres 2019.

“Kalau sudah begini, memang akan mengagetkan bila nanti Jokowi-Ma’ruf gagal menang pada 2019 karena semua sudah Jokowi miliki,” sebutnya. (nuch/det)

loading...