Irma
Irma Suryani Chaniago. (foto: dok. fraksinasdem)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai NasDem menepis klaim Partai Gerindra yang menyebut sosok tegas tak otoriter yang dimaksud Presiden Joko Widodo (Jokowi) ada dalam diri Prabowo Subianto. Menurut Partai NasDem, tegas tak diidentikkan dengan telanjang dada.

“Kalau tegas itu diidentikkan dengan telanjang dada dan banting HP, wah jadi barbar dong,” ujar Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago kepada awak media, Kamis, 8 November 2018.

Momen telanjang dada Prabowo Subianto yang dimaksud Irma Suryani Chaniago itu terjadi setelah Ketum Partai Gerindra tersebut menyatakan diri siap maju sebagai capres 2019 pada April 2018 lalu. Saat itu, Prabowo Subianto bertelanjang dada sambil diarak sejumlah kader Partai Gerindra.

Lebih lanjut Irma Suryani Chaniago juga membeberkan hal lain untuk menepis klaim Partai Gerindra tersebut. Menurutnya, Prabowo Subianto juga kerap membentak dan membuat orang takut.

“Tegas itu jauh dari bentak-bentak dan bikin takut, tegas itu mampu memimpin dengan bijak dan paham psikologi orang yang dipimpin,” kata Irma Suryani Chaniago.

Selain itu, Irma Suryani Chaniago berbicara soal peristiwa penghilangan paksa aktivis 1998.

“Otoriter itu orang yang kalau tidak sepakat dengan dia diajak berantem atau diculik. Kalau Jokowi otoriter, orang yang bicaranya seperti Andre (anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade-red) itu sudah diculik,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi sebelumnya berbicara soal pemimpin tegas tapi tidak otoriter. Partai Gerindra menyebut sosok yang dimaksud Jokowi itu ada di diri ketua umumnya, Prabowo Subianto.

“Saya rasa tepat pernyataan Pak Jokowi itu bahwa Indonesia butuh pemimpin yang tegas tapi tidak otoriter. Dan itu ada di Pak Prabowo,” klaim Andre Rosiade. (nuch/det)

loading...