raja-juli-antoni
Raja Juli Antoni. (foto: instagram/rajaantoni)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Solidaritasi Indonesia (PSI) menanggapi pernyataan Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang mengungkapkan ada ‘draf aliansi’ dari ulama yang tak pernah direspons oleh Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan jika hal itu benar, maka menambah rekam jejak Prabowo Subianto yang mengabaikan ulama.

“Bila pernyataan Pak Yusril benar bahwa Pak Prabowo tidak merespons draf aliansi dari ulama, maka menambah rekam jejak Pak Prabowo yang mengabaikan ulama,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangannya, Kamis, 8 November 2018.

Rekam jejak Prabowo Subianto yang dimaksud Raja Juli Antoni itu terkait dengan rekomendasi Itjimak Ulama.

Raja Juli Antoni menuturkan Ijtima Ulama sebelumnya merekomendasikan kepada Prabowo Subianto untuk memilih ulama sebagai cawapresnya pada Pilpres 2019.

“Ijtimak Ulama telah memutuskan dua nama yang direkomendasikan untuk jadi cawapres Pak Prabowo, yaitu Ustaz Somad dan Salim Segaf Aljufri. Namun Prabowo mengingkarinya dengan memilih Sandi, seorang kapitalis sejati,” terangnya.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra mengatakan format koalisi yang dibangun kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak jelas. Dirinya pun lalu berbicara soal ‘draf aliansi’ dari ulama yang tak direspons oleh mantan Danjen Kopassus itu.

Yusril Ihza Mahendra mengungkit ‘draf aliansi’ itu guna menanggapi pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman yang mempertanyakan pernyataannya soal pemilu di Indonesia dan di Malaysia. Menurutnya, wajar saja dirinya berbicara tentang koalisi Prabowo Subianto dan membandingkannya dengan pemilu di Malaysia.

“Tidak pernah saya menyamakannya, tetapi dalam hal membentuk ‘koalisi’ (yang sebenarnya tidak ada dalam sistem presidensial), perbandingan dengan Malaysia itu akan banyak membantu dalam menyusun ‘koalisi’ dalam pemilu serentak di Indonesia,” ujar Yusril Ihza Mahendra. (nuch/det)

loading...