Agus-Maftuh-Abegebriel
Agus Maftuh Abegebriel (tengah).

harianpijar.com, JAKARTA – Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, yang sebelumnya sempat diperiksa dan ditahan selama 28 jam oleh tim intelijen dan polisi Arab Saudi, dikeluarkan dari tahanan dengan jaminan.

“Pada 6 November 2018 pukul 20.00 Waktu Saudi, dengan didampingi oleh staff KJRI, MRS dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan,” kata Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 November 2018.

Meski demikian, Agus Maftuh Abegebriel tak menjelaskan secara rinci apa jaminan yang dimaksud. Dirinya mengatakan, untuk selanjutnya tim KBRI akan terus berkoordinasi untuk mendalami apa perkara yang dituduhkan kepada Rizieq Shihab.

Rizieq Shihab sempat ditahan karena adanya laporan dari warga terkait bendera hitam berkalimat tauhid yang dianggap pelapor mirip bendera ISIS, terpasang di rumah pemimpin FPI itu di Mekkah.

“Dubes akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait Saudi terkait apa yang sebenarnya dituduhkan kepada MRS. Dubes berharap hanya masalah overstay saja yang merupakan pelanggaran imigrasi,” ujar Agus Maftuh Abegebriel.

Lebih lanjut Agus Maftuh Abegebriel menuturkan, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan selalu memberikan pendampingan kekonsuleran dan pengayoman kepada MRS dan seluruh WNI para ekspatriat Indonesia yang menghadapi masalah hukum berada di Arab Saudi.

“KBRI dan KJRI akan mewakafkan diri untuk pemihakan dan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia di Arab Saudi,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro mengatakan pihaknya masih mendalami keterangan yang disampaikan Kemlu dan KBRI ini. Komunikasi dengan Rizieq Shihab juga masih terus dilakukan.

“Kalau Kemlu mengatakan bahwa itu karena ada aduan mengenai bendera ISIS sehingga Habib Rizieq diperiksa karena itu, saya belum bisa cek langsung ke beliau. Makanya saya saat ini sedang mau menanyakan sebetulnya ada apa,” ujar Sugito Atmo Prawiro. (nuch/det)

loading...