Bawaslu
. (foto: KOMPAS/DHONI SETIAWAN)

harianpijar.com, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan menghentikan penanganan laporan pose satu jari Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menkeu Sri Mulyani di penutupan acara IMF-World Bank 2018.

Bawaslu menyatakan laporan tidak dapat ditindaklanjuti. Putusan ini tertuang dalam pemberitahuan yang ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Abhan, pada Selasa, 6 November 2018.

“Status laporan atau temuan tidak dapat ditindaklanjuti,” demikian bunyi penggalan dalam surat pemberitahuan Bawaslu.

Selain itu, dalam pemberitahuan juga disebutkan laporan pose satu jari Luhut Binsar Panjaitan dan Sri Mulyani tidak bisa dilanjutkan karena tidak memenuhi unsur ketentuan pelanggaran sebagaimana Pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Seperti diketahui, Luhut Binsar Panjaitan dan Sri Mulyani sebelumnya dilaporkan oleh Dahlan Pido ke Bawaslu terkait pose satu jari di penutupan acara IMF-World Bank Annual Meeting di Bali pada 14 Oktober lalu.

Terkait laporan ini, kedua menteri di Kabinet Kerja itu pernah dimintai keterangan di Bawaslu. Dalam proses klarifikasi Luhut Binsar Panjaitan dan Sri Mulyani mendapat 28 pertanyaan dari tim pemeriksa Bawaslu. (nuch/det)

loading...