Raja-Juli-Antoni
Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (foto: dok. PSI)

harianpijar.com, JAKARTA – Solidaritas Advokat Penjaga Demokrasi (Sapda) melaporkan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni ke Bawaslu. Laporan itu dilakukan karena Raja Juli Antoni dianggap sering berkomentar provokatif di media massa kepada Prabowo Subianto dan kubunya.

“Misal di Liputan6(dot)com dengan menyatakan bahwa, ‘Tak ada partai kecuali Gerindra, serius menangkan Prabowo-Sandi,’ dan di Akurat(dot)co dia mengatakan Prabowo sosok yang emosional,” kata perwakilan Sapda, Taufiq Hidayat saat memberikan pernyataan pers kepada awak media seusai memasukkan laporannya di Bawaslu RI, Senin, 5 November 2018.

Laporan itu terdaftar dengan nomor laporan 12/LP/PP/RI/00.00/XI/2018. Dalam laporan tersebut Raja Juli Antoni diduga melakukan pelanggaran kampanye sepeti diatur dalam Pasal 280 ayat 1 (c) dan (d) UU nomor 7 tahun 2018 tentang Pemilu.

Taufiq Hidayat mengatakan, pihaknya mempersoalkan pernyataan-pernyataan Raja Juli Antoni yang kerap memberi kritikan kepada Prabowo Subianto. Raja Juli Antoni juga disebut suka menghina Ketum Partai Gerindra itu.

“Dia cenderung menuduh, menghasut, mengadu domba, menghina Pak Prabowo,” sebutnya.

Selain itu, Taufiq Hidayat juga menilai Raja Juli Antoni mengingkari deklarasi kampanye damai. Dirinya pun meminta Bawaslu segera mengusut kasus yang dilaporkan.

“Salah satu poin dari deklarasi damai adalah, melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, dan damai, berintegritas tanpa hoax, politisasi SARA dan politik uang,” pungkas Taufiq Hidayat.

Sapda juga melampirkan beberapa barang bukti seperti kopian berita dari beberapa media online yang memuat pernyataan Raja Juli Antoni.

“Ada dari Liputan6(dot)com, maupun Akurat(dot)co,” tandas Taufiq Hidayat. (nuch/det)

loading...