Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno di Pasar Projosari, Bawen. (foto: detik/Eko Susanto)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik yang juga Ketua Pusat Kajian Literasi Media, Afriadi Rosdi menilai pola kampanye cawapres Sandiaga Uno akhir-akhir ini terkesan meniru gaya capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Gaya kampanye yang dimaksud adalah blusukan dan bergaya milenial.

Afriadi Rosdi mengatakan, hal itu terlihat dari kampanye Sandiaga Uno yang rajin mengunjungi pasar-pasar, mendatangi komunitas emak-emak, usaha kecil dan menengah (UKM), serta anak muda.

“Itu adalah keunggulan Jokowi selama ini, dan Sandi sepertinya ingin menapak tilas gaya tersebut,” kata Afriadi Rosdi seperti dikutip dari JPNN, Senin, 5 November 2018.

Dirinya menduga Sandiaga Uno meniru gaya Jokowi karena menyadari kampanye secara kontak langsung dengan konstituen akan menjalin hubungan batun, sekaligus bisa mendengar secara langsung keluhan dan aspirasi masyarakat.

Meski demikian, Afriadi Rosdi mengatakan strategi menapak tilas itu baru bisa efektif jika Sandiaga Uno menampilkan sesuatu yang asli (genuine) sehingga ada pembeda antara dirinya dengan Jokowi.

“Keunggulan distingtif Sandi yang ditonjolkan berkisar pada tiga hal. Yaitu, muda, pengusaha sukses, dan peduli UMKM. Semua keunggulan distingtif ini dikapitalisasi untuk merebut simpati emak-emak, pelaku UMKM, dan anak muda,” ujar Afriadi Rosdi.

Dirinya pun memprediksi tiga kelebihan Sandiaga Uno itu akan mampu merebut simpati masyarakat. Namun, tantangan utamanya terletak pada posisi Sandiaga Uno sebagai cawapres.

“Saya kira ini tantangan berat, karena harus bisa menyakinkan pemilih bahwa faktor Prabowo bukan menjadi penghalang bagi Sandi mewujudkan apa yang dia janjikan kepada pemilih,” pungkas Afriadi Rosdi. (nuch/jpn)

loading...