Ahmad-Muzani
Ahmad Muzani. (foto: Net)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Gerindra menegaskan pernyataan capres Prabowo Subianto soal ‘tampang Boyolali’ bukan untuk melecehkan ataupun menghina masyarakat. Menurutnya, pidato Prabowo Subianto itu justru untuk menampilkan ironi tentang ketimpangan di masyarakat.

“Saya tidak menangkap sedikit pun ucapan itu (tampang Boyolali,red) dimaksudkan untuk melecehkan orang Boyolali,” kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat dikonfirmasi, Senin, 5 November 2018.

Ahmad Muzani mengatakan, ketua umumnya itu bermaksud menyampaikan pesan tentang banyaknya mal dan hotel mewah saat ini. Namun, tidak semua masyarakat bisa menikmatinya.

“Itu untuk menunjukan ada keterasingan antara gedung dan hotel dengan orang di sekitarnya,‎” jelasnya.

Menurut Ahmad Muzani, justru Prabowo Subianto menyampaikan pesan itu secara akrab dan tidak menunjukkan jarak dengan masyarakat Boyolali.

“Itu sebagai bentuk keakraban oleh seseorang yang sedang berpidato kepada audiensinya,” sebutnya.

Atas dasar itu, Ahmad Muzani merasa yakin Prabowo Subianto tak bermaksud melecehkan. Namun sebaliknya, kata dia, Prabowo Subianto justru ingin membangkitkan semangat masyarakat.

“Itu dalam ilmu orasi biasa. Sama sekali tidak dimaksudkan untuk melecehkan, justru untuk mengangkat moral kita, bahwa selalu ini kurang mendapatkan perhatian,” ujar Ahmad Muzani. (nuch/jpn)

loading...