Totok-Daryanto
Totok Daryanto. (foto: dok. fraksipan)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) tak ingin menanggapi langsung pernyataan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin yang menyindir partai tersebut dengan berbicara soal ‘partai Allah’ dalam kasus tersangka KPK Taufik Kurniawan.

“Ya namanya proses hukum berjalan, sudah, dilihat, didengerin, dibaca, nggak usah dihubung-hubungkan dengan identitas partai politik,” ujar Wakil Ketua Umum PAN Totok Daryanto saat dihubungi, Minggu, 4 November 2018.

Totok Daryanto menilai, kasus korupsi merupakan masalah besar yang harus dibereskan bangsa ini. Karena itu, kata dia, partai politik perlu melakukan introspeksi.

“Seluruh partai politik saya kira perlu melakukan introspeksi, bagaimana fungsi-fungsi politik itu bisa dijalankan secara normal sehingga nanti politik itu tidak banyak didominasi oleh faktor uang. Kan intinya sebetulnya di situ karena biaya politik yang tinggi, yang banyak melibatkan pejabat negara dan partai politik tersandung masalah-masalah korupsi dan lain-lain,” terangnya.

Lebih lanjut, Totok Daryanto kembali menegaskan bahwa dirinya tak ingin menanggapi pernyataan Ali Mochtar Ngabalin soal ‘partai Allah’.

Dirinya mengatakan semua elite parpol bisa terjerat kasus korupsi. Untuk itu, dirinya merasa perlu ada introspeksi oleh seluruh parpol di Indonesia.

“Pertama saya ndak mau mengomentari dan nggak usah dikaitkan dengan atribut partai apa. Itu satu, karena semua bisa kena. Justru yang lebih penting perlu ada introspeksi bagi seluruh partai politik dan menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana merumuskan kembali fungsi-fungsi politik secara benar itu seperti apa. Saya kira kuncinya di situ,” kata Totok Daryanto.

“Kalau itu bisa dilaksanakan dengan baik lalu muncul kepercayaan dari rakyat terhadap wakilnya, kepada partai-partai politik, ya maka nanti partai politik itu dibutuhkan oleh rakyat, bukan kebalikannya. Kalau sekarang kan partai politik butuh rakyat. Harusnya dibalik, rakyat akan butuh partai politik. Itulah PR kita bersama, seluruh partai, nggak usah lihat partainya apa,” imbuhnya.

Sebalumnya, Ali Mochtar Ngabalin mengaku prihatin dengan penetapan status tersangka KPK terhadap Wakil Ketua DPR yang juga politikus PAN, Taufik Kurniawan. Namun, di sisi lain dirinya juga menyindir PAN.

“Innalillahi wainnailahirajiun, kader terbaik hizbullah PAN diciduk KPK. Sebaiknya Amien Rais bisa menjelaskan ke publik kenapa bisa sampai kader terbaik ‘partai Allah’ jadi tersangka,” kata Ali Mochtar Ngabalin dalam keterangannya kepada awak media, kemarin. (nuch/det)

loading...